Nusantara Sawit (NSSS) Catatkan Saham di Bursa, Gerak Sahamnya Begini

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Sabtu, 11 Maret 2023 08:48WIB
Pencatatan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat

PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) mencatatkan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/3/2023).

NSSS menjadi perusahaan tercatat ke-27 di BEI pada 2023 dan sahamnya dicatatkan di papan pengembangan.

Pada perdagangan sesi I perdananya, saham NSSS dibuka di Rp 138 atau lompat 8,66%. Lalu geraknya mengalami fluktuasi. Pada menit ke-10, NSSS berada di kisaran Rp 129-130. Sementara itu, selama 15 menit awal sesi I, NSSS diperdagangkan di level tertinggi Rp 138 dan terendah Rp 126 dengan harga rata-rata Rp 131.

Sebelumnya, perseroan menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak 3.568.235.300 saham.

Perseroan merampungkan penawaran awal (bookbuilding) pada 17-22 Februari 2023. Setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Februari 2023, NSSS lalu melanjutkan dengan masa penawaran umum pada tanggal 2-8 Maret 2023.

Presiden Direktur NSSS Teguh Patriawan menyebutkan, nilai nominal saham perseroan sebesar Rp 50 per saham.

“Harga perdana saham NSS ini sebesar Rp 127 per lembar. Itu berarti dana yang kami himpun melalui IPO saham ini sebesar Rp 453,165 miliar,” katanya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (10/3/2023).

Teguh mengemukakan, selama masa penawaran umum, berdasarkan sistem e-IPO, perseroan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 13,9 kali. Hal ini menunjukan tingginya animo investor terhadap IPO saham NSS.

Seiring dengan penawaran umum perdana saham, NSS juga menerbitkan sebanyak 1,784 miliar waran seri I, atau sebanyak 8,82% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO ini disampaikan.

Setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh satu waran seri I, di mana setiap pemegang satu waran seri I berhak membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 190 per saham.

 “Jika seluruhnya dilaksanakan oleh pemegang waran seri I, dana yang akan diperoleh NSS mencapai Rp 338,982 miliar,” ungkap Teguh.

PT Mitra Agro Dharma Unggul merupakan pemegang saham mayoritas NSS sebelum IPO dengan persentase kepemilikan sebesar 59,11%. Kemudian Teguh Patriawan memiliki 17,12% saham, PT Nusantara Makmur Lestari 10,75%, Yantoni Kerisna sebesar 6,14%, Thomas Tampi sebesar 5,00%, dan PT Bina Palangka Makmur sebesar 1,88%. ***

Lihat juga; Harga Saham NSSS Dibuka Naik Rp11 Saat Perdagangan Perdana…

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

RAZAK Jalani Fit and Profer Test di DPD Partai Gerindra Kalteng

Bakal Calon Gubernur (Bacalon) Kalimantan Tengah, Ir H Abdul Razak menjalani Fit and Proper Test…