PT NSSS Tbk Fokus Perkuat Bisnis Perkebunan yang Ada

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Minggu, 12 Maret 2023 16:53WIB
Kebun Sawit

PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) menyatakan fokus memperkuat bisnis perkebunan yang sudah ada, dan cenderung hati-hati dalam mendiversifikasi bisnis sawitnya ke tahap hilir.

“Tentu kami punya rencana untuk pengembangan, salah satunya diversifikasi ke downstream. Namun itu akan kami jalani jika kami telah memiliki pondasi yang mantap dan baik. Di mana kami harus memiliki dulu tanaman yang baik dan cukup karena tanpa adanya pondasi ini akan sulit untuk ekspansi,” kata Direktur Nusantara Sawit Sejahtera Kurniadi Patriawan dalam paparan publik, Jumat (17/2/2023).

Sebagaimana diketahui, NSSS berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan target penggalangan dana sebanyak-banyaknya Rp677,96 miliar.

NSSS akan menawarkan maksimal 3.568.235.300 saham dengan nilai nominal Rp50. Saham tersebut mewakili setidaknya 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum perdana.

NSSS rencananya akan menawarkan saham kepada masyarakat di rentang harga Rp122 sampai Rp190 per saham.

Kurniadi mengatakan NSSS akan berhati-hati memilih bisnis penghiliran karena setiap produk turunan olahan CPO memiliki pasar yang berbeda. Sejauh ini, NSSS mengelola lima perkebunan sawit di Kalimantan Tengah dengan luas area yang ditanam mencapai 27.127 hektare per Juli 2022.

“Beberapa pilihan produk turunan seperti biodiesel maupun lainnya mempunyai pasar yang berbeda, sehingga kami perlu melakukan studi mendalam apakah kami akan diversifikasi dan arahnya ke mana,” kata dia.

NSSS rencananya menggunakan dana hasil IPO untuk membiayai pembangunan fasilitas produksi, pembiayaan penanaman baru, dan modal kerja entitas anak. Dana tersebut akan disalurkan melalui mekanisme penambahan modal. PT Borneo Sawit Perdana (BSP) menjadi salah satu anak usaha yang akan menerima suntikan modal dengan dana hasil IPO.

Sekitar 29,8 persen akan digunakan untuk belanja modal dalam membangun pabrik kelapa sawit seluas 40 hektare (ha) berkapasitas 60 ton tandan buah segar (TBS) per jam. PT Bina Sarana Sawit Utama (BSSU) juga akan mendapat suntikan dana hasil IPO di mana sekitar 47 persen akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka penanaman baru perkebunan sawit.

Dari jumlah tersebut, 15 persen di antaranya akan dipakai untuk pembebasan lahan seluas 6.831 ha agar berstatus hak guna usaha (HGU). Adapun sisa anggaran akan dipakai untuk proses pembibitan hingga pemupukan selama periode belum menghasilkan.

Adapun sekitar 10,6 persen dana hasil IPO akan disalurkan kepada PT Prasetya Mitra Muda untuk pemenuhan modal kerja PMM dalam pembelian pupuk dan agrochemical atau bahan kimia pertanian. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Transaksi Keuangan, Barang dan Jasa Selama FBIM dan FKN 2025 Capai Rp20 Miliar

Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dan Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2024 berakhir, dan ditutup  Gubernur…