Sejumlah kawasan di Kota Palangka Raya, mulai terendam air. Sudah ada 5 kelurahan yang terdampak yakni Kelurahan Palangka, Tanjung Pinang, Bereng Bengkel, Kameloh Baru dan Kelurahan Petuk Katimpun.
Di beberapa kelurahan mulai kebanjiran karena tingginya intensitas hujan yang mengakibatkan debit air di Sungai Kahayan meluap. Bahkan sudah mulai menunjukkan terjadinya banjir yang menggenangi hingga ke pemukiman.
Di kawasan rawan banjir di Jalan Anoi Kelurahan Palangka, beberapa titik jalan dan permukiman sudah terendam air dengan ketinggian mencapai 20 cm hingga sepinggang orang dewasa.
Badan jalan terendah mulai tergenang sekitar 10 cm. Bahkan di Jalan Mendawai I Ujung, air sudah mencapai ketinggian pinggang orang dewasa.
Air berasal dari luapan Sungai Kahayan yang berada tidak jauh dari situ. Kawasan ini langganan mengalami banjir karena merupakan dataran rendah, dan kawasan hilir yang mendapat kiriman air dari wilayah hulu.
Kawasan lain yang juga mulai terendam adalah Kelurahan Tanjung Pinang, di wilayah Bakung Merah dan Jalan Bengaris V. Di Kelurahan Bereng Bengkel dan Kameloh Baru beberapa ruas jalan umum sudah mulai terendam air, sedangkan di Kelurahan Petuk Katimpun juga mulai tergenang air.
Naiknya debit air sehingga menyebabkan banjir di Palangka Raya, terpantau sejak 3 hari terakhir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengemukakan, BPBD Palangka Raya mengambil langkah sigap guna memantau adanya kenaikan debit air pada kawasan rawan banjir. ***