Alasan Gaji Kurang, Karyawan PT. GSDI Jadi Koordinator Aksi Pencurian Sawit

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Minggu, 12 Juni 2022 17:11WIB
Tersangka Guf

Beralasan gaji tidak cukup, salah 1 dari 29 tersangka kasus pencurian tandan buah segar (TBS) merupakan karyawan dari PT. GSDI yang kebunnya jadi  sasaran penjarahan buah sawit oleh para tersangka.

Tersangka Gufransyah Zamra alias Guf, nama karyawan PT GSDI itu, berdalih karena keadaan ekonomi membuatnya nekat menjadi koordinator aksi pencurian sawit yang terjadi pada 24 Mei 2022 sekitar jam 07.00 WIB.

 “Karena uang gaji yang diterima hanya berkisar Rp4 Juta belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Gufron singkat, saat ditanya Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono pada dalam pers rilis di Mapolres Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat, (10/6/2022).

Kapolres menjelaskan, secara singkat bagaimana aksi pencurian TBS yang dilakukan oleh Gufron bersama rekan-rekannya.

“Awal mulanya pada hari Selasa tanggal 24 Mei 2022 pukul 07.00 WIB tersangka Guf ini memerintahkan pada tersangka MUA untuk melakukan panen buah kelapa sawit di Blok 9/21 Afdeling Bravo PT. GSDI untuk melakukan pemanenan buah sawit,” terang AKBP Bayu Wicaksono.

Kemudian, tersangka MUA berangkat dan melakukan pemanenan TBS di lokasi yang dimaksud.

“Namun 2 jam kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB tersangka Guf kembali menelpon MUA untuk mencari panen tambahan buah kelapa sawit. Setelah itu sekitar pukul 14.00 WIB tersangka MUA kembali melakukan panen di Blok 18/21,” jelas AKBP Bayu Wicaksono.

Menurutnya, baru pada malam harinya sekitar pukul 20.45 WIB tersangka AS rekan dari Guf, menghubungi MUA, untuk menanyakan dimana letak buah panen tambahan tersebut.

“Setelah dijelaskan lokasinya tersangka AS kemudian mendatangi lokasi temlat diletakkannya buah sawit itu. Ditempat tersebut ia bertemu MUAl dan mereka kemudian memuat TBS tersebut dalam mobil pikap,” jelas AKBP Bayu Wicaksono.

Menurut Bayu Wicaksono, saat memuat buah sawit itulah aksi mereka dipergoki oleh sekuriti perusahaan. Saat itulah tersangka MUA langsung kabur.

Namun, tidak lama kemudian bisa ditangkap di mess karyawan yang berada dikawasan kebun sawit tersebut. Sedangkan tersangka AS tidak bisa kabur dan dibawa ke pos sekuriti,” jelas Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono.

Kemudian atas informasi tersangka AS, tersangka Guf juga ditangkap di mess perusahaan tersebut.

Para tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian secara bersama-sama, pasal 374 KUHP tentang penggelapan jo pasal. Khusus untuk tersangka Gufron ditambah dengan pasal 55 ayat 1 KUHP tentang menyuruh orang lain melakukan perbuatan jahat dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Komitmen Wujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap Tahun 2024

Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Pimpin Apel Aktivasi Posko dan Pos Lapangan Satgas Pengendalian Karhutla Badan…