Annisa Fitri Azizah peserta yang berasal dari SMPN 2 Palangka Raya, meraih juara kategori roket terjauh dan juara kategori science project pada Program Bina Talenta Indonesia (BTI), sebuah inisiatif strategis yang menumbuhkan generasi muda Indonesia unggul dalam sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) serta berkarakter kebangsaan dan berwawasan global.
Program Bina Talenta Indonesia (BTI), diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran yang dipercaya oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk menjadi tuan rumah
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat ekosistem pembinaan talenta peserta didik tingkat SMP dan SMA se Indonesia.
Pelatihan BTI Tahap II memadukan penguatan konsep STEM, penerapan Project-Based Learning (PjBL), penggunaan teknologi digital dan perangkat ilmiah, serta praktik microteaching berbasis pemecahan masalah nyata.
Pengembangan berlanjutan BTI Tahap II tahun 2025 secara luring bekerja sama dengan perguruan tinggi mitra dan perguruan tinggi penerima bantuan pemerintah.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 8 hari yaitu dari 9-16 November 2025 di Universitas Padjajaran Bandung yang diikuti oleh 875 Peserta dari berbagai daerah, di antaranya Manokwari, Tual, Mahakam Ulu, Bone, Palangka Raya, Malinau, Manggarai, Kutai Timur, Enrekang, Kolaka, Wakatobi, serta berbagai daerah di Pulau Jawa.
Pada kegiatan ini Provinsi Kalimantan Tengah mengirimkan dua peserta yakni dari Kota Palangka Raya dan Kabupaten Seruyan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh siswa tersebut.
Ia menyebut keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pelajar Kota Palangka Raya memiliki potensi dan semangat berdaya saing tinggi di level nasional.
“Capaian ini menunjukkan bahwa anak-anak Kota Palangka Raya mampu berprestasi setara dengan pelajar dari daerah maju lainnya. Mereka memiliki semangat juang dan disiplin luar biasa,” ujar Jayani.
Menurutnya prestasi ini tidak lepas dari kerja keras berbagai pihak mulai dari siswa, guru, hingga dukungan penuh orang tua. Sinergi tersebut menjadi kunci terciptanya bibit-bibit unggul di bidang akademik pelajar.
Jayani menambahkan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya akan terus memperkuat sistem pembinaan minat bakat di sekolah. Pembinaan tidak hanya difokuskan pada keikutsertaan lomba, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan konsistensi berlatih.
“Kami ingin setiap sekolah menjadi ruang tumbuhnya siswa berprestasi. Anak-anak perlu mendapat dukungan dan pembinaan berkelanjutan agar bisa terus mengukir prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” katanya. ***










