Apa Itu Jumat Agung? Pengertian, Sejarah, dan Maknanya bagi Umat Kristiani

Reporter : kaltengdaily
Editor : Kaltengdaily
Jumat, 29 Maret 2024 15:18WIB
Jumat Agung

Umat Kristiani akhirnya menyambut Jumat Agung, salah satu hari yang penting dan istimewa. Tahun ini, Jumat Agung jatuh pada tanggal 29 Maret 2024. Lantas, apa itu Jumat Agung?

Jumat Agung merupakan bagian dari Tri Hari Suci Paskah. Tri Hari Suci yang terdiri dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci, adalah masa penting bagi umat Kristiani sebelum perayaan Paskah.

Saat memperingati Jumat Agung, seluruh umat Kristiani biasanya mengikuti ibadah khusus di gereja. Walaupun perayaannya berbeda-beda di setiap tempat, tetapi tujuannya sama yakni mengenang kematian Yesus Kristus.

Berikut penjelasan mengenai apa itu Jumat Agung mulai dari pengertian, sejarah, makna, hingga contoh ucapan untuk memperingatinya.

Pengertian Jumat Agung

Mengutip laman Christianity, Jumat Agung adalah hari suci umat Kristiani untuk memperingati penyaliban Yesus dan kematian-Nya di Kalvari. Hari Jumat terakhir sebelum Paskah ini, juga kerap disebut dengan Jumat Suci, Jumat Agung dan Suci, dan Jumat Hitam.

Pada Jumat Agung umat Kristiani mengingat hari di mana Yesus rela menderita dan mati dengan penyaliban sebagai pengorbanan terakhir untuk dosa-dosa manusia. Hari ini dianggap sebagai puncak pelayanan Yesus di dunia, oleh sebab itu diberi sebutan ‘Agung’.

Mengutip situs resmi Kementerian Agama RI, Jumat Agung bukanlah sekedar pendahuluan atau pengantar menuju Paskah, melainkan memiliki keagungannya tersendiri. Justru Jumat Agung dapat dikatakan sebagai inti dari Paskah.

Sebab tanpa penderitaan dan kematian Tuhan Yesus di kayu salib, tidak akan pernah ada kebangkitan dan kemenangan di kubur itu. Tanpa kematian di hari Jumat yang Agung itu, tidak mungkin ada kebangkitan yang mulia berkemenangan di hari Paskah.

Sejarah Jumat Agung

Peristiwa penyaliban dan kematian Yesus Kristus Sang Juru Selamat Manusia terjadi pada abad ke-1 Masehi yakni tahun 33 M, sebagaimana dijelaskan laman National Today.

Mengutip laman Catholic, sejarah Jumat Agung didahului dengan cerita pengkhianatan Yudas Iskariot pada malam perjamuan terakhir, yang diperingati sebagai Kamis putih.

Esoknya, Yesus ditangkap usai berdoa di Taman Getsemani oleh prajurit suruhan orang Yahudi yang datang bersama Yudas yang sudah berkhianat. Setelah ditangkap, Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati dengan cara disalib.

Hukuman ini dijatuhkan atas perintah dari Pontius Pilatus, seorang gubernur Kerajaan Romawi. Penyaliban ini didasari oleh laporan para pemuka agama Yahudi saat itu yang mengatakan bahwa Yesus mengaku sebagai Raja orang Yahudi.

Sebelum dieksekusi, Yesus disiksa dengan cara dicambuk dan diberikan mahkota duri. Setelah itu, tangan dan kaki-Nya dipaku di kayu salib. Ia bahkan dilontari banyak hinaan. Meski begitu, Yesus tetap sabar dan berdoa agar Allah mengampuni semua perbuatan mereka.

Makna Jumat Agung

Peringatan kematian Kristus ini mengingatkan kita akan dosa manusia yang menyebabkan kematian tersebut. Kembali mengutip laman Christianity, Jumat Agung adalah hari berkabung dan refleksi bagi umat Kristiani.

Perayaan Jumat Agung menjadi pengingat terhadap pengorbanan besar yang telah Yesus lakukan untuk seluruh umat manusia. Ini menjadi hari untuk mengingat belas kasih dan cinta Tuhan kepada manusia.

Selain itu, Jumat Agung juga menjadi simbol dari harapan dan awal yang baru. Ini adalah pengingat bahwa bahkan di saat-saat tergelap sekalipun, selalu ada harapan.

Kematian Yesus di kayu salib bukanlah akhir melainkan awal dari sesuatu yang baru. Melalui kebangkitannya, Yesus mengalahkan kematian dan membuka jalan menuju kehidupan kekal bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

MK Juga Tolak Gugatan Hasil Pilpres 2024 dari Ganjar-Mahfud!

Mahkamah Konstitusi (MK) juga menolak permohonan sengketa hasil Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2024 yang diajukan…