Asisten Ekbang Leonard S. Ampung Harapkan Pasar Penyeimbang Dapat Ringankan Beban Masyarakat Jelang Idul Fitri

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Jumat, 14 April 2023 12:48WIB
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng Leonard S Ampung membuka pasar penyeimbang di Kantor Desa Kujan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggelar pasar penyeimbang di Kantor Desa Kujan, Kabupaten Lamandau, Jumat (14/4/2023).

Pasar penyeimbang di Kantor Desa Kujan dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng Leonard S. Ampung.

Dalam sambutannya, Leonard S Ampung menyampaikan pasar penyeimbang diinisiasi oleh Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

“Saat menghadapi bulan suci Ramadan dan Hari Raya beberapa komoditas mengalami kenaikan harga”, tutur Leo.

Disampaikannya pengaruh pandemi Covid-19 yang masih dirasakan sampai saat ini berimbas kepada masyarakat menyebabkan kurangnya daya beli serta keberlangsungan pekerjaan dan pendapatan. Ditambah perang antara Rusia dan Ukraina turut berpengaruh besar sehingga membuat inflasi di beberapa negara melonjak tinggi.

“Ekonomi kita sedang tidak baik-baik saja. Sehingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui kegiatan pagi hari ini menggelar pasar penyeimbang di kabupaten/kota secara bertahap”, imbuhnya.

Sebagai informasi, penyelenggaraan pasar penyeimbang di wilayah Barat sebelumnya digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat tersebar di 7 titik lokasi, dilanjutkan di Kabupaten Lamandau dan nantinya di Kabupaten Sukamara, Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Kotawaringin Timur. 

Lebih lanjut disampaikan, per paket sembako yang dijual pada pasar penyeimbang yang digelar saat ini hanya sebesar Rp20 ribu saja. Paket sembako tersebut telah disubsidi Gubernur Kalteng sebesar Rp130 ribu.

Paket sembako yang disediakan di Kabupaten Lamandau sebanyak 1.000 paket. Masing-masing paket tersebut berisikan beras 5 kilogram, gula 2 kilogram, minyak 2 liter dan susu kaleng 1 buah, dengan nilai per paket 150 ribu rupiah.

“Sebenarnya Bapak Gubernur ingin memberikan secara gratis kepada masyarakat, namun dikarenakan adanya administrasi yang ada di pemerintah dan setelah di reviu oleh BPKP, ternyata harus ada biaya”, tutupnya. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Kalaksa BPBPK Prov Kalteng Ahmad Toyib ; 4 Kabupaten di Kalteng Terdampak Banjir

Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah (BPBPK Prov. Kalteng) mengelar Rapat Perkembangan…