Bupati Gumas Sampaikan 2 Raperda Tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Senin, 14 Maret 2022 18:31WIB
Bupati Gumas Jaya Samaya Monong didampingi Wakil Bupati Efrensia LP Umbing menyerahkan 2 Raperda kepada Ketua DPRD Gunung Mas.

Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monongmenyampaikan pidato pengantar terhadap 2 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Gunung Mas Tahun 2022. Dua Raperda tersebut tentang Rancangan Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Gumas Tahun 2022-2036 dan Raperda tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat. 

“Hal itu menindaklanjuti amanat peraturan perundang-undangan serta menyiapkan dan menyempurnakan payung hukum dan dasar bertindak bagi Pemerintah Daerah, dalam rangka pelaksanaan visi misi Bupati Gumas yaitu terwujudnya Kabupaten Gumas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera dan mandiri (berjuang bersama),” ucap Jaya Samaya Monong di Ruang Sidang Paripurna DPRD Gumas, Jumat (11/3/2022).

“Dengan misi meningkatkan kualitas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), lokal, pembangunan berkelanjutan (sustainable development), serta memelihara dan meningkatkan keharmonisan antara masyarakat dalam NKRI,” jelasnya. 

Selain itu, lanjutnya, sebagai gambaran umum terkait dengan materi Raperda tentang Rancangan Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Gumas Tahun 2021-2036. Sehingga pembangunan kepariwisataan di Gumas lebih terarah, terencana, dan terintegrasi dengan rencana pembangunan lainnya serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk itu, pengelolaan kepariwisataan yang sesuai dengan aspirasi dan kearifan lokal masyarakat Gumas, serta pengembangan kepariwisataan oleh Pemerintah Kabupaten Gunung Mas juga bertujuan untuk peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia,” papar Jaya Samaya Monong.

Kemudian, sambung orang nomor satu di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini, pariwisata merupakan salah satu sektor tumpuan pembangunan pada masa yang akan datang. Dimana pariwisata sebagai bagian penting konsepsi “ekonomi kreatif” masa depan yang dapat menjadi pionir dan stimulan perekonomian mikro di Kabupaten Gumas, bahkan menjadi leading sektor pembangunan Kabupaten Gumas.

Arah pembangunan kepariwisataan mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD kabupaten, tata ruang dan wilayah, yang berdasarkan prinsip pembangunan kepariwisataan berkelanjutan dengan orientasi pada upaya peningkatan pertumbuhan dan kesempatan kerja, pengurangan kemiskinan serta pelestarian lingkungan.

Hal itu dapat diwujudkan dengan tata kelola yang baik, secara terpadu, lintas sektor, lintas pelaku dan dengan mendorong kemitraan sektor publik dan privat. Lebih lanjut Bupati menyebut, terkait dengan Raperda pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat bersifat pluralistik yang mengakomodir adat dan budaya, untuk memberikan landasan dan kepastian hukum.

Tujuan penyusunan Raperda tentang pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat, yakni merumuskan penelitian dan pengkajian mengenai permasalahan masyarakat hukum adat, serta merumuskan dasar hukum bagi penyelesaian masalah mengenai pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat di Gumas.

“Selain itu kami imbau kembali kepada masyarakat maupun Aparatur Sipil Negara di wilayah Kabupaten Gumas untuk bersama-sama dan saling bahu membahu melawan wabah virus Covid-19, dengan selalu mengedepankan aspek protokol kesehatan berupa cuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir atau menggunakan hand sanitizer sebelum melakukan aktivitas,” tandas Jaya Samaya Monong. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Kalteng Raih Penghargaan One MAP Policy Summit 2024

Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menerima penghargaan One Map Policy Summit 2024, diserahkan Menteri Koordinator Bidang…