Grand Opening Warehouse Center Alfamart di Jalan Tjilik Riwut Km 13 Palangka Raya turut diisi dengan berbagai aktivitas sosial yang menyasar warga sekitar. Operation General Manager, Suryo Nugroho, menyebut kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Salah satu kegiatan yang digelar adalah layanan Posyandu di depan Warehouse Alfamart. Layanan ini diikuti para ibu, balita, hingga lansia.
“Warehouse ini tidak hanya menjadi pusat logistik, tetapi juga titik kegiatan sosial kami. Melalui Posyandu ini, kami ingin memastikan masyarakat di sekitar depot mendapatkan pelayanan kesehatan dasar,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Selain kegiatan Posyandu, Alfamart juga telah menjalankan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) sepanjang 2025. Program tersebut meliputi kegiatan lingkungan, dukungan kesehatan ibu dan anak melalui kolaborasi dengan berbagai brand, pembinaan UMKM, hingga bantuan sosial bagi panti asuhan.
Suryo menyampaikan, seluruh program CSR tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat secara langsung serta memperkuat hubungan perusahaan dengan warga Palangka Raya.
“Kami berkomitmen agar keberadaan Alfamart memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tidak hanya dari layanan toko, tetapi juga melalui aktivitas sosial yang berkelanjutan,” tutupnya.
Serap Tenaga Kerja Lokal
Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan pentingnya optimalisasi tenaga kerja lokal pada sektor distribusi dan retail modern, menyusul peresmian Warehouse (Depo) Alfamart di Jalan Tjilik Riwut Km 13 Palangka Raya, Selasa (25/11/2025).
Wali Kota Palangka Raya melalui Wakil Wali Kota, Achmad Zaini menyampaikan bahwa kehadiran depo distribusi tersebut menjadi momentum positif bagi perluasan lapangan kerja di daerah. Menurutnya, operasional depo berskala besar seperti Alfamart umumnya menyerap banyak SDM, mulai dari bagian logistik, gudang, sopir, hingga administrasi.
“Depo seperti ini biasanya membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Tentu kita berharap masyarakat lokal bisa terserap secara optimal,” ujarnya.
Zaini juga menekankan bahwa investasi yang masuk ke Kota Palangka Raya tidak hanya dilihat sebagai pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu indikator penting dalam keberhasilan investasi daerah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Palangka Raya yang mencapai 6,62 persen pada pertengahan 2025 menunjukkan bahwa daerah memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Sektor distribusi dan retail modern dinilai menjadi salah satu motor penggerak ekonomi yang berperan langsung meningkatkan aktivitas usaha dan pendapatan masyarakat.
“Kami ingin investasi yang hadir membawa manfaat nyata. Selain mendukung jaringan pasok ritel, keberadaan depo ini diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang kerja baru bagi warga Kota Palangka Raya,” jelasnya.
Pemerintah Kota, lanjut Zaini, akan terus memperkuat iklim investasi melalui percepatan layanan perizinan berbasis digital, kemudahan administrasi, serta jaminan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.
“Pemko siap berkolaborasi dengan dunia usaha. Kami ingin pertumbuhan ekonomi berjalan seimbang, investasi berkembang, dan masyarakat merasakan manfaatnya,” katanya. ***













