Wilayah yang terendam di Kota Palangka Raya, makin meluas seiring turunnya hujan dengan itentitas sedang hingga lebat, Selasa (13/9/2022) siang hingga malam hari. Tercatat, sedikitnya 8 Kelurahan, terendam air.
Adapun wilayah yang terendam air diantaranya;
- Kelurahan Palangka dengan ketinggian air sekitar 33 cm,
- Kelurahan Petuk Katimpun sekitar 15 cm,
- Kelurahan Pahandut sekitar 15 sampai 35 cm,
- Kelurahan Bukit Tunggal sekitar 15 cm,
- Kelurahan Kameloh Baru sekitar 5 cm,
- Kelurahan Tanjung Pinang sekitar 20 cm,
- Kelurahan Bereng Bengkel sekitar 20 cm
- dan Kelurahan Danau Tundai dengan ketinggian air sekitar 10 cm.
Selain itu, di Kelurahan Bukit Tunggal ada sebagian rumah warga yang terendam air. Di kelurahan lainnya air sudah merendam jalan pemukiman dan mendekati rumah-rumah.
Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan saat ini kenaikan debit air merata pada 8 kelurahan terdampak, dengan ketinggian air sekitar 5 hingga 35 cm. ‘’ Namun warga masing-masing tetap bertahan dirumah, belum ada yang mengungsi,” kata Emi, Rabu (14/9/2022).
Warga yang terdampak saat ini berjumlah 222 jiwa terdiri;
- dari 1 RT di Kelurahan Langkai dengan 20 kepala keluarga atau 60 jiwa
- dan 2 RT di Kelurahan Bukit Tunggal dengan 40 kepala keluarga atau 162 jiwa.
Selain akibat curah hujan yang tingg, kenaikan debit air ini juga dikarenakan kawasan hulu Sungai Kahayan terutama Kabupaten Gunung Mas juga terus diguyur hujan setiap harinya. Kota Palangka Raya yang berada di kawasan hilir, mendapat limpahan air yang cukup banyak sehingga merendam kawasan pemukiman yang ada di bantaran sungai. ***