Flu Babi ! Distanakan Himbau Warga Jangan Biarkan Ternak Babi Berkeliaran

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Kamis, 10 Maret 2022 09:58WIB
Anak-anak di Desa Gumpa, Kecamatan Awang Bartim bersiap menguburkan anak babi yang mati.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Distanakan) Kabupaten Barito Timur Mishael,S.Pi,SE.,MM meminta kepada masyarakat untuk mengandangkan babinya yang masih hidup.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan juga meminta kandang babi dan di sekitar kandang babi agar disemprot desinfektan atau menggunakan bayclin dengan perbandingan 1 : 9.

Selain itu Mishael juga berharap agar masyarakat tidak menjual babi yang sakit ke luar desa/daerah, serta ikut menjaga lalu lintas ternak dan ternak yang sakit agar diisolasi/kandang.“Babi yang mati agar dikubur, jangan dibuang ke sungai,” harap Mishael.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur ini memerintahkan Petugas Kesehatan hewan untuk melakukan investigasi di lapangan, guna memastikan apakah babi yang mati memang terjangkit ASF atau tidak

Permintaan Kepala Distanakan Bartim itu disampaikan sehubungan dengan, penyebaran virus african swine fever  atau demam babi di wilayah Kabupaten Barito Timur makin yang meningkat.

Tidak hanya menyerang ternak babi di Kecamatan Awang, tapi kini sudah menyebar luas ke wilayah Kecamatan Dusun Timur, Kecamatan Benua Lima dan Kecamatan Patangkep Tutui.

Di Desa Gumpa Kecamatan Dusun Timur, hampir setiap hari ada babi yang mati diduga akibat virus tersebut. Kondisi ini sangat dikhawatirkan masyarakat. Ternak babi ini memiliki nilai ekonomis yang bisa membantu perekonomian masyarakat.

Kiik (60) warga Desa Gumpa RT 03 menuturkan sudah 4 ekor  babi peliharannya mati diduga akibat ASF. Bahkan ada 2 ekor babinya saat ini sedang sakit. “Ada 4 ekor babi saya sudah mati, dua lagi sakit. babi yang sakit itu tidak mau makan,” terang Kiik.

Nenek yang memiliki 20 cucu ini berharap ada kunjungan dari pihak Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Barito Timur ke Desa Gumpa, tujuannya untuk memastikan penyebab babi mati di desanya.

Senada juga diungkapkan Ladi (36), ibu tiga anak ini mengaku 1 ekor babinya sudah mati, sedangkan sisanya 13 ekor masih hidup dan saat ini sudah dikandang semuanya. “Sedih sekali rasanya babi yang mati itu betina dan sedang hamil,” ucap ibu ini sedih.

Diketahui demam babi  mulai menyerang babi pertama kali di desa Wilayah Kecamatan Awang. Kasus ini mulai terdeteksi setelah terjadi banyak kematian ternak babi di Desa Tangkan dan Desa Ampari beberapa waktu lalu.

Kematian babi itu diduga kuat akibat Virus African Swine Fever (ASF). ASF   merupakan penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Virus ini juga sangat tahan hidup di berbagai lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan.

Babi yang terserang ASF menunjukkan gejala demam tinggi, kemerahan pada kulit terutama moncong dan telinga, sesak nafas, nafsu makan hilang, kejang-kejang dan pada akhirnya mengalami kematian. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Bank Kalteng Muara Teweh Serahkan 9 Sapi Kurban ke Pemkab Barito Utara

Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara Drs. Muhlis menerima  9 ekor sapi hewan kurban dari PT…