Focus (4) Merubah Perilaku Gaya Hidup Minim Sampah

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Rabu, 8 Maret 2023 15:57WIB
Petugas kebersihan dan armada DLH Kota Palangka Raya
  • Untuk mempertahankan penghargaan Adipura, harus dilakukan pendekatan dan strategi, perlu upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat agar menerapkan gaya hidup minim sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Ahmad Zaini mengatakan, upaya untuk mempertahankan penghargaan Adipura, maka harus dilakukan pendekatan dan strategi. Salah satunya, pengelolaan sampah harus terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Pendekatan dan strategi dalam pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya ini harus terintegrasi dari hulu ke hilir,” ungkapnya, di Palangka Raya, Selasa (7/3/2023).

Kota Palangka Raya itu sendiri sebut Zaini, sudah memiliki regulasi yang sangat lengkap dalam pengelolaan sampah. Terutama melalui kebijakan Perda Kota Palangka Raya Nomor 1 Tahun 2017 tentang pengelolaan sampah dan kebersihan.

Berikutnya Perda Kota Palangka Raya Nomor 3 Tahun 2022 tentang pengurangan kantong plastik. Lalu Peraturan Walikota Palangka Raya Nomor 43 Tahun 2017 tentang peraturan pelaksanaan Perda Nomor 1 Tahun 2017 tentang pengelolaan persampahan dan kebersihan lingkungan.

Terakhir ada Peraturan Walikota Palangka Raya Nomor 20 Tahun 2019 tentang JAKSTRADA pengelolaan sampah RT dan sejenis RT. “Ke semua regulasi itu terus diterapkan dan menjadi acuan dalam pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya,” jelasnya.

Adapun terkait dengan pendekatan dan strategi pengelolaan sampah harus terintegrasi dari hulu ke hilir, dijelaskan Zaini, dimulai dari hulu, maka setiap rumah tangga harus mengurangi dan memilah sampah harian.

“Industri juga demikian. Kalau bisa memilah dan mengurangi sampahnya, maka angkutan akan lebih ringan. Terlebih pengangkutan sampah ke tempat akhir selama ini memakan biaya yang paling besar,” tukasnya.

Berikutnya dari hilir, maka perlu lebih banyak terobosan untuk mendaur ulang sampah, mengingat masalah yang ada di hilir ini kompleks, masyarakat banyak buang sampah tidak pada tempatnya dan tidak tepat waktu.

“Ini dikarenakan ada pola berpikir, ‘nanti ada yang beresin’. Harusnya tidak bisa begitu. Karena itu, perlu upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat agar menerapkan gaya hidup minim sampah,” pungkas Zaini. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

FBIM Kalteng 2024 – Kabupaten Lamandau Juara I Putra, Barito Utara I Putri Lomba Manyipet

Lomba Manyipet pada Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2024 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) untuk…