Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di wilayah Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, tepatnya di Sungai Bakau Desa Keraya, pada Jumat, (01/04/2022).
Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga, kurang lebih pada pukul 13:10 WIB personil BPBD Kobar berangkat dan dapat dipadamkan pada pukul 18:30 WIB, kata Kepala Pelaksana BPBD Kobar Syahruni, Jumat (1/4/2022).
Sarpras ada 3 Unit Truk tangki, 5 Unit mobil Patroli, 4 Unit Motor Trail, dan 2 unit Mesin portable dan perlengkapannya, jenis tanahnya mineral dan gambut, semak belukar, Alang- alang, pepohonan, permukaan dalam, terang Syahruni.
BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman, bersama tim gabungan, api berhasil dipadamkan pada pukul 18.30 wib.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, luas wilayah yang terbakar diperkirakan sekitar kurang lebih 30 Hektar, dan yang berhasil dipadamkan 10 Hektar. Unsur terkait dan warga sekitar berjibaku padamkan api, Pungkasnya.
Berkobar Lagi
Namun Karhutla di desa Sungai Bakau Kecamatan Kuma, Kabupaten Kotawaringin Barat, kembali terjadi. Titik api muncul dari lokasi yang baru beberapa jam dipadamkan oleh tim BPBD Kobar, Manggala Agni, MPA, dan TNI-POLRI.
“Lokasinya di desa Sungai Bakau. Baru beberapa jam lalu lahan bergambut ini terbakar dan berhasil kita padamkan. Kini terbakar lagi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kobar Syahruni, Jumat, (1/4/2022), malam.
Dikatakan Syahruni, luas lahan yang terbakar juga hampir sama seperti tadi, yakni 30 Hektar, dan yang berhasil dipadamkan tadi 10 Hektar, bisa juga bertambah.
“Kurang lebih sama kayak yang tadi, luas lahan yang terbakar di sana. Saat ini tim BPBD Kobar, TNI/Polri dan Masyarakat Peduli Api (MPA) tengah berupaya memadamkan api,” kata dia.
Syahruni juga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab lahan tersebut kembali dilahap api.
“Penyebabnya belum diketahui. Kendati begitu, saya mengingatkan kepada masyarakat, agar tidak sembarangan membuang puntung rokok. Sebab, ini musim panas (kemarau). Jangan gara-gara puntung rokok, terjadi Karhutla,” kata Syahruni.
Lanjut Syahruni, ia juga mengingatkan jangan membakar lahan sembarangan. ***