Kejari Palangka Raya Terus Selidiki Kasus Dugaan Korupsi di UPR

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Kamis, 14 Maret 2024 14:47WIB
Pegawai Kejari Palangka Raya memeriksa saksi terkait kasus dugaan korupsi di pascasarjana UPR, di Palangka Raya, Kamis (14/3/2024)

Kejaksaan Negeri Palangka Raya, terus menyelidiki kasus dugaan korupsi pada Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR) dengan memeriksa puluhan saksi.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Palangka Raya Datman Ketaren, di Palangka Raya, Kamis (14/3/2024), mengatakan, tim penyidik sampai saat ini masih melakukan penyidikan terkait dugaan kasus korupsi di Program Pascasarjana UPR tersebut.

“Terkait tindak lanjut sedang dilakukan pendalaman oleh tim penyidik dan terkait perkembangan perkara tersebut, nantinya akan terus diupdate ke awak media,” kata dia. 

Ia menuturkan, dari hasil proses penyelidikan yang terus berlangsung tersebut, tim penyidik telah memeriksa puluhan saksi dan sedang meneliti barang bukti yang telah disita. “Selain pemeriksaan saksi-saksi dari UPR, kami juga memeriksa sejumlah dokumen yang berhasil disita oleh tim penyidik,” katanya.

Ia menuturkan, dalam pendalaman perkara tersebut nantinya jika ada ditemukan dua alat bukti yang cukup, maka Kejari Palangka Raya akan segera menetapkan status tersangka dari dugaan kasus korupsi di UPR itu.

“Terkait terduga atau tersangka dari kasus kasus itu, kami masih menunggu hasil penyidikan selesai dan apabila sudah cukup alat bukti akan dilakukan penetapan tersangka,” demikian dia berkata.

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi dengan nilai kerugian miliaran rupiah menyeruak di Program Pascasarjana UPR. Tim Penyidik Intel dan Pidsus Kejari Palangka Raya menggeledah kantor gedung pascasarjana kampus tersebut.

Petugas Kejaksaan Negeri Palangka Raya juga menggeledah di rumah bekas pejabat UPR bergelar profesor yakni berinisial YL dan sejumlah rumah staf pascasarjana UPR, pada hari Jumat (23/2/2024).

Dari penggeledahan tersebut, penyidik berhasil menyita sejumlah berkas dan dokumen penting terkait dugaan korupsi sebagai barang bukti. Perkara yang tengah dibidik kejari terjadi sejak 2018-2022.

Sejauh ini belum ada penetapan tersangka dalam dugaan korupsi tersebut. Dalam perkara itu, mahasiswa dibebani sejumlah dana untuk kegiatan yang sebetulnya sudah disiapkan dalam pagu anggaran, seperti tes pengetahuan, akademik, dan lainnya. Pembayaran itu dikirim ke rekening pribadi, bukan universitas. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Gubernur Kalteng Salat Ied 1445 H bersama Masyarakat di Bundaran Besar Palangka Raya

Gubernur Sugianto Sabran bersama ribuan masyarakat dengan khidmat mengikuti Salat Idul Fitri Pemerintah Provinsi (Pemprov)…