Kota Palangka Raya Juara I Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu FBIM 2023

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Sabtu, 27 Mei 2023 20:20WIB
Lomba Meneweng Manetek Tuntang Manyila Kayu

Perwakilan Kota Palangka Raya berhasil keluar sebagai Juara I, sedangkan juara kedua diraih perwakilan Kabupaten Murung Raya, dan juara ketiga diberikan kepada perwakilan dari Kabupaten Sukamara Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2023, yang diadakan di halaman GOR Serbaguna Jl. Tjilik Riwut, Sabtu (27/5/2023).

Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu bertujuan untuk memperagakan salah satu bentuk dari pada pemanfaatan hutan secara tradisional di kalangan masyarakat Dayak dengan menggunakan beliung sekaligus memberikan tontonan yang menarik. Memuat pesan lestari hutan sebagai bagian dari pada upaya menumbuh dan mengembangkan kesadaran akan arti penting kesadaran lestari hutan di tengah kehidupan manusia.

Peserta lomba berasal dari berbagai Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Tengah. Setiap regu pria yang beranggotakan tiga orang mewakili 9 kabupaten/kota mereka masing-masing, diantaranya Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten murung Raya, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Sukamara dan Kota Palangka Raya.

Alat dan perlengkapan seperti beliung, keba, rambat, dan pisau ambang batangking disediakan oleh peserta, sementara bahan baku kayu disediakan oleh panitia.

Lomba Maneweng, Manetek, Tuntang Manyila Kayu terdiri dari tiga tahapan, yaitu maneweng (menebang), manetek (memotong), dan menyila (membelah). Peserta diharapkan mengenakan busana khas daerah setempat untuk menjaga keaslian budaya mereka. Keamanan menjadi prioritas dalam lomba ini.

Setiap peserta diwajibkan memperhatikan jarak dengan peserta lain serta menggunakan alat dengan penuh kewaspadaan. Setiap peserta menebang satu kali, memotong satu kali dengan mendapatkan dua potongan kayu. Setelah itu, potongan kayu dibelah menjadi delapan bagian sehingga menghasilkan enam belas bilah. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan semua tahapan lomba adalah 15 menit, termasuk waktu persiapan. Sistem perlombaan dibagi menjadi beberapa regu sesuai dengan jumlah peserta yang hadir dari masing-masing Kabupaten/Kota.

Kriteria penilaian lomba yang digunakan oleh tim juri meliputi pakaian/kelengkapan peralatan, kerapian menebang dan potongan, ketepatan rebah pohon mengenai kertas, kerapian memotong, kerapian membelah dan jumlah belahan, waktu dan nilai terbanyak; apabila hasil/nilai sama, maka akan diambil waktu yang tercepat untuk menentukan juara satu, dua dan tiga dengan waktu yang ditentukan juri. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Melalui Inisiatif Telkomsel Jaga Bumi, Dukung Aksi Nyata Keberlanjutan Penanaman Pohon Mangrove di Desa Keraya Pangkalan Bun  

Telkomsel terus mengambil peran terdepan dalam mengurangi dampak perubahan iklim melalui inisiatif CSR Telkomsel Jaga…