Menteri LHK Nilai Kabupaten Pulang Pisau Berhasil Mengatasi Persoalan Kebakaran Hutan

Reporter : kaltengdaily
Editor : Kaltengdaily
Rabu, 24 Januari 2024 15:05WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya dan Kepala BRGM Hartono didampingi Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengunjungi KUPS Budidaya Madu Kelulut di Desa Tuwung, Pulang Pisau
  • Kunker Menteri LHK dan Kepala BRGM ke Desa Tuwung, Desa Kereng Bangkirai dan Taman Nasional Sebangau

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia (RI) Siti Nurbaya Bakar dan Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) RI Hartono didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo melakukan kunjungan ke Desa Tuwung, Rabu (24/1/2024).

Hadir Rombongan Delegasi dari Dinas Kehutanan Amerika Serikat atau US Forestry Service, Unsur Forkopimda Prov. Kalteng, Pj. Bupati Pulang Pisau Hj. Nunu Andriani, Para Kepala Perangkat Daerah dan Instansi Vertikal serta Kepala UPT KLHK dan Kepala UPT KPH, Camat Kahayan Tengah dan Kepala Desa Tuwung serta Tokoh masyarakat, asosiasi, organisasi pemuda serta masyarakat Desa Tuwung.

Menteri LHK RI Siti Nurbaya Bakar disela-sela kunjungan kerjanya menyampaikan maksud kunjungan kerjanya beserta rombongan dan tim dari Delegasi Dinas Kehutanan Amerika Serikat atau US Forestry Service saat ini untuk membuktikan sekaligus melihat langsung bahwa Kabupaten Pulang Pisau termasuk atau yang paling utama berhasil mengatasi persoalan kebakaran hutan.

“Tahun 2015 sejak Bulan September sampai dengan akhir November saya mendampingi Bapak Presiden bolak balik melewati jalan ini didampingi Bupati Pulang Pisau. Waktu itu, jarak pandang dari mobil ke jalan hanya tiga meter dan kadang dua meter akibat parahnya kabut asap. Bukan hanya di sini terjadi kabut asap yang parah tetapi di Riau gawat, Kalimantan Selatan gawat, Kalimantan Barat gawat, Sumsel, Jambi dan kecaman internasional juga pada akhir 2015 sangat dahsyat,” tutur Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar saat berada di areal pengelolaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Tuwung.

“Saya berterima kasih sudah dikunjungi dari tim Amerika Serikat untuk melihat betapa serius kita mengatasi kesulitan dan berhasil. Saya yakin ini pasti karena Pemerintah Daerah dan masyarakatnya“, imbuhnya.

Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan Prov. Kalteng sudah berhasil menyiapkan langkah strategis dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.

Wakil Gubernur H. Edy Pratowo membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng menyampaikan hampir 50% lokasi di areal pengelolaan KUPS LPHD Tuwung dulunya merupakan lahan bekas kebakaran hutan, namun sekarang telah dikembangkan untuk kegiatan Agroforestri oleh KUPS Desa Tuwung, dengan pendampingan dari Kementerian LHK RI yang berkolaborasi dengan UPT KPHP Kahayan Tengah di lapangan. Ada tiga kelompok usaha di Hutan Desa Tuwung ini, yaitu KUPS Perikanan, KUPS Peternakan, dan KUPS Budidaya Madu Kelulut.

Edy Pratowo berharap pemberian persetujuan pengelolaan Hutan Desa dapat terus didorong lebih luas di Bumi Tambun Bungai apalagi Prov. Kalteng memiliki sekitar 11,9 juta hektare kawasan hutan, sehingga diharapkan kekayaan hutan tersebut dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Ditambah lagi, Kalteng akan menjadi tetangga terdekat IKN, diharapkan mampu melestarikan hutan gambut berikut fauna, banyak yang langsung dapat dinikmati seperti beraneka ragam buah hutan serta kayu yang langka perlu untuk dijaga dan dilestarikan, mohon kiranya menjadi perhatian kita bersama karena ini dapat menjadi pendapatan masyarakat sekitar hutan yang menjanjikan, dikarenakan masyarakat modern saat ini ingin sesuatu yang organik dan asli dari alam.

Usai mengunjungi Desa Tuwung, Menteri LHK RI beserta rombongan dan Wagub Kalteng bertolak mengunjungi Desa Kereng Bangkirai dan Taman Nasional Sebangau. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Transaksi Keuangan, Barang dan Jasa Selama FBIM dan FKN 2025 Capai Rp20 Miliar

Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dan Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2024 berakhir, dan ditutup  Gubernur…