Lima pelajar dari SMPN 3 Palangka Raya dan SMPIT Al Ghazali Palangka Raya mengikuti ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA).
Ke lima pelajar itu yakni David Jesse Manuah Patianom, Alvayanie Kaha’I, Angelica Chalista Hakim, Jihan Khansa Adzkiya Helga, dan Yoceline Panatau Halim.
Dalam lomba ini mereka mengangkat judul penelitian ‘KASSAI : Adaption of Dayak Tribe Folklore about Utilization of Eggshell as a Body Scrub’, dan mendapatkan penghargaan gold medal dari category social science.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani mengaku bangga dan mengapresiasi atas keberhasilan para pelajar asal Kota Cantik ini.
“Saya sangat mengapresiasi berkat perjuangan mereka dan penilitian yang dilakukan mendapatkan medali emas mengalahkan beberapa kandidat dari sekolah lain dari beberapa negara,” katanya.
Jayani berharap hasil perlombaan ini tidak berhenti sampai di sini saja dan semakin banyak anak-anak melakukan penelitan sederhana yang bahan penelitian tentu berada di lingkungan sekitar, terutama erat kaitannya dengan kebiasaan dan adat dari suku Dayak.
“Karena banyak sekali kita jumpai obat-obatan tradisional dari warisan nenek moyang kita yang masih perlu kita kaji dan perdalam dalam penelitian untuk memberikan manfaat bagi banyak orang. Apalagi penelitian mereka ini menjadikan bekas kulit telur menjadi bahan untuk perawatan kulit,” katanya. ***










