Pemkab Barito Timur berupaya meningkatkan sumber pendapatan asli daerah atau PAD melalui penambahan penyertaan modal Pemkab Barito Timur pada Bank Kalteng.
Hal ini terungkap saat Wakil Bupati Barito Timur, Said Abdul Saleh menyampaikan penjelasan kepala daerah atas pengajuan rancangan peraturan daerah atau raperda tentang penambahan penyertaan modal Pemkab Barito Timur kepada PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah atau Bank Kalteng dalam rapat paripurna DPRD yang digelar, Selasa (21/6/2022).
Wabup mengatakan dalam rangka melaksanakan otonomi daerah, Pemkab Barito Timur memerlukan langkah dan upaya untuk menambah sumber pendapatan daerah guna meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kegiatan pembangunan dalam bidang perekonomian.
“Untuk itu perlu diciptakan suatu iklim usaha pelaksanaan otonomi daerah yang nyata, dinamis, dan bertanggung jawab dengan upaya-upaya dan usaha untuk menambah dan mengembangkan sumber pendapatan asli daerah (PAD),” ujarnya.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah daerah yakni dengan melakukan penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD.
“BUMD memiliki kedudukan sangat penting dan strategis dalam menunjang pelaksanaan otonomi. Oleh karena itu BUMD perlu dioptimalkan pengelolaannya agar benar-benar menjadi kekuatan ekonomi yang handal sehingga dapat berperan aktif baik dalam menjalankan fungsi dan tugasnya maupun sebagai kekuatan perekonomian daerah,” lanjutnya.
Karena itu berdasarkan peraturan perundang-undangan dinyatakan bahwa setiap penyertaan modal atau penambahan penyertaan modal kepada perusahaan daerah harus diatur dalam peraturan daerah atau perda tersendiri tentang penyertaan atau penambahan modal.
“Penyertaan modal pemerintah daerah dapat dilaksanakan apabila jumlah yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam perda tentang penyertaan modal daerah,” jelasnya
Wabup menyampaikan penyertaan modal oleh pemerintah daerah bersumber dari APBD tahun anggaran berjalan pada saat penyertaan atau penambahan penyertaan modal tersebut dilakukan. ***












