Pemko Palangka Raya Respon Cepat Dampak Banjir

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Rabu, 13 Maret 2024 06:16WIB
Pj Wali Kota Hera Nugrahayu memantau banjir di salah satu wilayah yang terendam

Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu menginstruksikan dinas terkait untuk merespon cepat penanganan dan kebutuhan warga terdampak banjir di sejumlah lokasi di kota setempat.

“Sejumlah kawasan di Kota Palangka Raya kembali terdampak banjir, sebagai dampak curah hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya aliran sungai di sekitar Daerah Aliran Sungai atau DAS, hingga menggenangi permukiman warga,” kata Hera di Palangka Raya, Selasa (12/2/2023)

Pj Wali Kota mencontohkan warga di Jalan Danau Rangas dan Petuk Katimpun Kota Palangka Raya yang saat ini terdampak banjir, memerlukan respon cepat penanganan. Termasuk kebutuhan pokok bagi warga.

“Beberapa waktu lalu saya meninjau kawasan dan warga terdampak banjir di Jalan Danau Rangas dan Petuk Katimpun, sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis bagi warga terdampak banjir,” terangnya.

Disampaikan Hera, dari hasil pantauan banjir di Jalan Danau Rangas dan Petuk Ketimpun, sebanyak 250 rumah terdampak banjir dan membutuhkan respon cepat terkait penanganan dan kebutuhan warga.

Dikatakan Hera, Pemerintah Kota Palangka Raya telah mengoptimalkan upaya penanganan bagi warga yang terdampak banjir. Seperti menyiapkan lokasi evakuasi untuk tempat tinggal, logistik atau pangan dan juga layanan kesehatan.

“Jadi posko pengungsian ini diutamakan bagi warga terdampak banjir yang dievakuasi. Kita siapkan penampungan, bahan-bahan logistik, makanan, dan obat-obatan serta keperluan lainnya,” katanya.

15 Rumah Terdampak Banjir

Wilayah Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya tidak luput dari banjir akibat luapan Sungai Kahayan dan Sungai Rungan.

Berdasarkan laporan BPBD Kota Palangka Raya, Senin (11/3/2024) ketinggian air mencapai 84 cm dari permukaan drainase sehingga menyebabkan beberapa ruas jalan dan 200 Kepala Keluarga atau 15 rumah tergenang banjir.

Banjir yang terjadi kali ini juga menyebabkan 120 hektar lahan perkebunan warga tergenang air.

Lurah Kalampangan, Yunita Martina mengatakan akitivitas masyakat masih normal meski air sudah menggenangi sebagian jalan dan pemukiman warga.

Dirinya juga menuturkan telah menyiapkan aula Kantor Kelurahan Kalampangan untuk dijadikan lokasi pengungsian warga.

“Saat ini ada satu KK dengan dua orang anggota keluarga telah dievakuasi ke lokasi pengungsian,” ucapnya.

Untuk penanganan banjir, Yunita mengungkapkan bahwa Kelurahan Kalampangan telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan secara terpadu dengan melibatkan Koramil 1016/Phd, Polsek Sebangau, BPBD dan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap banjir dan luapan air yang sewaktu-waktu dapat berpotensi bahaya. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

MK Juga Tolak Gugatan Hasil Pilpres 2024 dari Ganjar-Mahfud!

Mahkamah Konstitusi (MK) juga menolak permohonan sengketa hasil Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2024 yang diajukan…