Polres Lamandau Berhasil Ungkap dan Tangkap Perampok Bos Walet

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Selasa, 29 Maret 2022 16:13WIB
Kapolres Lamandau AKBP Arif Budi Purnomo memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus perampokan bos sarang walet.

Setelah kurang lebih 1 bulan lamanya melakukan penyelidikan dan pengajaran, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamandau akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku perampokan bos walet di Desa Bukit Raya, Kecamatan Menthobi Raya.

Kapolres Lamandau, AKBP Arif Budi Purnomo, menggelar press release, Senin (28/3) menjelaskan, para tersangka berinisial PD, SR dan YN ternyata residivis. Bahkan, para tersangka juga melakukan kejahatan serupa di daerah lain.

“Pelaku merupakan sindikat spesialis perampokan dan pembobolan sarang burung walet,” ungkapnya. 

Kuat dugaan pelaku yang berjumlah 10 orang berangkat dari Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggunakan dua unit mobil menuju rumah korban yang ada di Desa Bukit Raya.

Setibanya di sekitar rumah korban, pada  tanggal 25 Pebruari lalu, para tersangka berpindah kendaraan. Tujuh orang menuju rumah korban dan sisanya tiga orang menunggu di mobil sekaligus mengawasi situasi sekitar.

“Satu orang bertugas mengetuk pintu rumah korban. Setelah dibukakan pintu, tersangka langsung merangsek ke dalam rumah. Korban lalu diikat dan diancam akan dibunuh jika melawan,” bebernya. 

Setelah mendapatkan uang dan sarang walet, para tersangka langsung pergi meninggalkan rumah korban dan membawa satu unit mobil korban.

“Mereka membawa 60 Kg sarang burung walet dan uang sebesar Rp180 juta. Mobil korban yang sempat dibawa akhirnya ditinggalkan begitu saja tidak jauh dari rumah korban,” ujar Kapolres.

Saat ini, pihaknya bekerjasama dengan Polres Kotawaringin Barat (Kobar) telah mengamankan enam orang tersangka dari total terduga pelaku berjumlah sepuluh orang. Tiga orang ditahan di Polres Kobar, tiga orang ditahan di Polres Lamandau dan empat orang lagi masih buron.

Kapolres mengaku telah mengantongi identitas terduga pelaku yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO). “Kita sudah kantongi identitasnya, masih kami dalami,” ucap dia.

Dari para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa uang Rp 9.850.000, handphone Nokia warna hitam dan satu unit mobil yang diduga sering digunakan para tersangka untuk beraksi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 365 Ayat 2 KHU Pidana dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 12 tahun penjara karena aksi tersebut dilakukan bersama-sama atau dua orang lebih. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

GAPKI se-Kalimantan Bakal Gelar Borneo Forum ke-7, Simak Jadwal, Lokasi, dan Acaranya

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dari seluruh cabang provinsi di Pulau Kalimantan bakal menggelar…