Hingga Rabu (8/2/2023) sore sudah ada 18 rumah warga Kelurahan Marang yang terendam banjir akibat naiknya debit air Sungai Rungan.
Ketinggian air sudah mencapai selutut orang dewasa. Banjir musiman ini merendam permukiman warga yang tinggal di Marang Lama atau di pinggiran Sungai Rungan.
Lurah Marang, Yuliati Ningsih melaporkan hingga saat ini warga masih bertahan di rumah. “Belum ada warga yang sakit akibat banjir,” sebut Yuliati, Kamis (9/2/2023).
Saat ini Tim Reaksi Cepat Kelurahan Marang terus memantau kondisi terkini banjir dan hasilnya dilaporkan ke BPBD Kota Palangka Raya secara periodik.
“Untuk ke lokasi bawah masih bisa melalui jalur darat, karena jalan yang tergenang cuma di wilayah pinggir, sedangkan untuk yang di tengah masih aman,” sebutnya.
Yuliati menambahkan TRC Marang juga sudah koordinasi dengan pihak puskesmas sebagai upaya ssiaga bila nantinya ada warga yang sakit bisa langsung ditangani dengan cepat.
Mengungsi
Sementara itu, sebanyak 15 warga terpaksa harus mengungsi ke rumah keluarga yang rumahnya tidak tergenang air akibat meluapnya debit air Sungai Rungan.
Selama beberapa hari ini rumah mereka yang berada di wilayah RT 002 dan RT 001 terendam air. Jadi sebagian warga ada yang memilih numpang ke rumah keluarganya.
Iyul, warga RT 001 Kelurahan Petuk Katimpun melaporkan dari 15 warga tersebut 4 jiwa di antaranya adalah Balita.
“Kamis pagi air mengalami surut sekitar 2 centimeter. Saat ini ada satu titik ruas jalan yang tergenang sekitar 20 centimeter, tapi masih bisa dilalui kendaraan,” kata Iyul, Kamis (9/2/2023).
Kepala UPT Puskesmas Jekan Raya, Haryadi, melalui stafnya, Ritha Yuni mengatakan para Nakes akan memberikan pelayanan kesehatan di Katimpun bawah.
Sejak Rabu (8/2/2023) tim Nakes sudah melakukan pemantauan di lokasi banjir. Begitu pula dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga terus melakukan pemantauan.***










