Solidaridad Gelar Farmer Field Day di Lamandau, Kalimantan Tengah, Perkuat Jejaring Petani Sawit untuk Produktivitas Berkelanjutan

Reporter :
Editor :
Senin, 10 November 2025 06:36WIB
Asisten II Sekda Lamandau Meigo pada kegiatan Temu Alumni Sekolah Lapangan (SL) Kelapa Sawit Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Solidaridad menggelar Farmer Field Day (FFD) alumni Sekolah Lapangan (SL) untuk petani kelapa sawit swadaya binaan di Lamandau, Kalimantan Tengah. Acara ini diharapkan dapat memperkuat jejaring komunikasi dan meningkatkan pengetahuan serta motivasi petani sawit swadaya dan alumni SL dalam menerapkan praktik perkebunan kelapa sawit terbaik yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Mengusung tema “Meningkatkan Produktivitas dan Praktik Berkelanjutan Melalui Jejaring Alumni yang Kuat”, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam implementasi Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) 2024-2026 Kabupaten Lamandau. Utamanya bagi petani sawit swadaya melalui program peningkatan kapasitas dan praktik pertanian baik (GAP), pengajuan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), serta pendampingan intensif untuk percepatan sertifikasi ISPO.

Yeni Fitriyanti, Country Manager Solidaridad Indonesia, menambahkan bahwa FFD menjadi ruang penting untuk konektivitas petani. “Jadi inti dari FFD ini adalah menyiapkan ruang bagi petani alumni SL berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada petani sawit swadaya, masyarakat, akademisi dan industri, tentang SL serta inovasi lainnya yang disiapkan di program-program Solidaridad, dan terkoneksinya para petani swadaya ke akses informasi, keuangan, pasar serta faktor pendukung lainnya yang lebih luas, baik yang tersedia di masyarakat, pemerintah maupun perusahaan,” ujar Yeni.

“Semoga sinergitas yang kami usung di acara ini mampu memperkuat posisi petani sawit swadaya di wilayah Lamandau,” tutup Yeni.

Temu Alumni Sekolah Lapangan (SL) Kelapa Sawit Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

FFD adalah hari dimana para petani sawit swadaya dan alumni SL berada dalam satu acara yang melibatkan pemerintah daerah, dinas-dinas terkait, perusahaan, akademisi, CSO dan stakeholder pemerintah. Acara ini menjadi ajang berbagi pengalaman baik dari sisi peningkatan produksi, tata kelola kebun, serta praktik-praktik pertanian berkelanjutan lainnya. Termasuk dalam mengatasi tantangan seperti hama/penyakit baru, fluktuasi harga Tandan Buah Segar (TBS), dan tuntutan standar sertifikasi keberlanjutan seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) serta Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO).

Kegiatan ini disemarakkan dengan acara kunjungan kebun petani serta beberapa booth programs. Booth diisi oleh kampus Politeknik Lamandau yang menampilkan produk seperti pupuk dan kerajinan dari limbah sawit, inovasi teknologi yang dihadirkan perusahaan-perusahaan, serta penyedia fasilitas keuangan dan perusahaan pupuk.

Selain itu, FFD juga menghadirkan beberapa sesi paparan, diantaranya oleh Dinas Pertanian dan Perikanan perihal STDB, ISPO, program sarana dan prasarana, beasiswa sawit, serta hal lainnya yang berkaitan dengan akses pendanaan yang telah disediakan BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan). Para peserta juga disuguhkan sesi tentang pengembangan lidi sawit dan nipah yang disampaikan oleh pakar di bidangnya.

Intervensi program SL Solidaridad di Lamandau menunjukkan skala dan dampak yang signifikan. Berjalan sejak tahun 2024, program ini telah menjangkau 13 desa yang tersebar di 4 kecamatan dengan total luasan kebun 40.043 Ha hingga saat ini. Jumlah petani yang dilatih mencapai 760 orang (diwisuda hari ini sebanyak 130 orang), mencakup 573 laki-laki dan 187 perempuan, menegaskan bahwa program ini juga menekankan inklusivitas gender.

FFD diharapkan dapat menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang disepakati bersama oleh para petani sawit swadaya di desa-desa wilayah program, serta mendorong lebih banyak lagi petani swadaya untuk bergabung di kelas SL. Harapan lainnya di masa depan adalah terbentuknya kembali kelembagaan kelompok berbasis komunitas yang mapan dan mampu menjadi wadah konsultasi bagi petani sawit Lamandau yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bukti komitmen kolektif terhadap RAD KSB Lamandau. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Rawan Bencana, Prabowo akan Beli 200 Helikopter 5 Unit Segera Datang

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia merupakan bangsa yang kuat dan mampu menghadapi berbagai cobaan, termasuk…