Sudah Terjadi 38 Kebakaran Hutan dan Lahan

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Jumat, 10 Februari 2023 18:35WIB
Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Falery Tuwan memimpin rapat secara virtual zoom meeting dengan BPBD Kab/Kota daninstansi-terkait.

 – Kabupaten/Kota Diminta Siaga Karhutla

Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) menggelar Rapat secara virtual dengan BPBD Kabupaten/Kota terkait laporan kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dipimpin Kepala Pelaksana BPBPK Prov. Kalteng Falery Tuwan, dari Ruang Kerjanya, Jumat (10/2/2023).

Berdasarkan laporan dari Kabupaten/Kota sampai dengan 9 Februari 2023 telah terjadi Karhutla, sebanyak 38 kejadian yakni di Kabupaten Barito Selatan sebanyak empat kejadian, Barito Utara sembilan kejadian, Katingan dua kejadian, Kota Palangka Raya dua kejadian, Kotawaringin Barat enam kejadian, Kotawaringin Timur sepuluh kejadian, Lamandau satu kejadian dan Sukamara lima kejadian.

Berkenaan dengan kondisi tersebut, sesuai arahan dari Gubernur Kalimantan Tengah, memberikan arahan untuk lebih cepat mempersiapkan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla serta memperhatikan kondisi faktual di lapangan,” ujar Falery. 

Falery menjelaskan, Pemprov. Kalteng terus melakukan upaya – upaya pencegahan Karhutla secara masif melalui upaya sosialisasi dini dan sosialisasi kepada masyarakat. Pada awal tahun 2023 telah muncul titik hotspot di beberapa daerah Kabupaten dan sudah ada kejadian kebakaran meski masih dalam skala kecil.

“Terkait hal itu, kami meminta kepada Kabupaten/Kota untuk mempersiapkan serta mengambil langkah-langkah pencegahan. Persiapan ini melibatkan stakeholder terkait, seperti TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait hingga persiapan lain untuk mengantisipasi terjadinya karhutla,” imbuhnya.

Falery juga mengimbau agar Kabupaten/Kota mengintensifkan sosialisasi dan sosialisasi penyadartahuan kepada masyarakat, melaksanakan patroli secara rutin ke daerah rawan terjadinya Karhutla, kesiapsiagaan Sumber Daya Manusia, menyiapkan sarana prasarana dan peralatan hemat, baik yang bersumber dari APBD, APBN dan dari BTT.

“Kesiapan sarana dan prasarana peralatan Karhutla tersebut sudah harus distandbykan meskipun saat ini masih ada hujan dan segera menyalakan status siaga Karhutla,” pungkasnya. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Transaksi Keuangan, Barang dan Jasa Selama FBIM dan FKN 2025 Capai Rp20 Miliar

Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dan Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2024 berakhir, dan ditutup  Gubernur…