Tiga Kabupaten dan Satu Kota di Kalteng Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Reporter : kaltengdaily
Editor : Kaltengdaily
Kamis, 15 Agustus 2024 15:15WIB
Poslap Kelurahan Mendawai Seberang Kab. Kobar melaksanakan patroli ke daerah rawan terjadinya karhutla, belum lama tadi.

Pos Lapangan Satuan Tugas Pengendali Karhutla di Kabupaten/Kota terus melaksanakan upaya-upaya pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seperti melaksanakan patroli, melaksanakan sosialisasi dan melaksanakan pemadaman karhutla.

Adapun Kabupaten/Kota yang telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla ada empat yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur sejak 5 Juli sampai 2 Oktober 2024, Kabupaten Seruyan sejak 19 Juli sampai 16 Oktober 2024, Kota Palangka Raya sejak 6 Juli sampai 3 Oktober 2024 dan Kabupaten Kapuas sejak 22 Juli sampai 19 Oktober 2024.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/8/2024) menyampaikan kejadian karhutla yang sudah tertangani Satgas Pengendali Karhutla di Kota Palangka Raya ada tiga kali kejadian, yakni di Jalan Misik Kelurahan Sabaru Kecamatan Sabangau, Jalan Banteng Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya, dan Jalan Karya Hapakat II Kelurahan Petuk Ketimpun Kecamatan Jekan Raya, kondisi terakhir padam.

IKLAN

“Kemudian, kejadian karhutla yang terjadi di Kabupaten yakni Kotawaringin Timur ada dua kejadian, di Jalan Ir. Soekarno Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang dan di Jalan Tidar 4 Perum CKM Kelurahan Baamang Barat Kecamatan Baamang, kondisi padam dan kejadian karhutla di Kabupaten Barito Selatan terjadi di Kelurahan Rantau Kujang Kecamatan Jenamas, kondisi juga padam,” katanya.

Toyib juga menuturkan, berdasarkan Peringatan Dini Tingkat Kemudahan Kebakaran Hutan dan Lahan update tanggal 14 Agustus 2024 sampai pukul 14.00 WIB yang disampaikan oleh Pusdalops PB, bahwa Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan yang mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah.

Tingkatan kekeringan bahan ringan yang mudah terbakar ini seperti humus permukaan, sampah, dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain yang biasanya menutup lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm dalam kondisi sangat kering dan sangat mudah terbakar.

“Meskipun puncak musim kemarau diprediksi ada di bulan Agustus ini, agar masyarakat mewaspadai kejadian dan dampak akibat karhutla serta cuaca ekstrim lainnya,” katanya. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Melalui Inisiatif Telkomsel Jaga Bumi, Dukung Aksi Nyata Keberlanjutan Penanaman Pohon Mangrove di Desa Keraya Pangkalan Bun  

Telkomsel terus mengambil peran terdepan dalam mengurangi dampak perubahan iklim melalui inisiatif CSR Telkomsel Jaga…