Angkut 2.2 Ton BBM Bersubsidi 2 Warga Bartim Diamankan Polda Kalteng

Reporter : kaltengdaily
Editor : Kaltengdaily
Kamis, 29 Februari 2024 19:24WIB
Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.H. memberikan konferensi pers, di Aula Ditreskrimsus, Mapolda Kalteng, Kamis (29/2/24)

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) engamankan dua warga M (20) dan A (19)  atas dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak jenis Bio Solar bersubsidi di Jalan Tamiang Layang – Ampah, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Selasa (27/02/2024) pukul 04.00 WIB.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs. Djoko Poerwanto, melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.H. dalam konferensi pers, di Aula Ditreskrimsus, Mapolda Kalteng, Kamis (29/2/24) mengatakan, kedua terduga pelaku berhasil diamankan atas dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak jenis Bio Solar bersubsidi dari pemerintah untuk kepentingan pribadi yang merugikan negara.

Barang bukti BBM yang diamankan Ditreskrimsus Polda Kalteng 

Dari keduanya, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 4 tandon berisi masing-masing 1200 liter BBM jenis Bio Solar, 5 drum berisi masing-masing 220 liter BBM jenis Bio Solar, dan 7 jerigen berisi masing-masing 33 liter BBM bersubsidi jenis Bio Solar, dengan total sebanyak 6241 liter atau 2,2 Ton serta dua unit kendaraan R4 jenis Pickup.

Dirreskrimsus Kombes Pol Setyo K Heriyanto, S.IK. melalui Kasubdit I Indag Ditreskrimsus AKBP Rahmat Abdullah, S.IK. menambahkan, kedua terduga pelaku melakukan aksinya dengan berperan sebagai pembeli dan pengangkut BBM Bersubsidi jenis Bio Solar tanpa adanya surat perizinan yang berasal dari wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalimantan Selatan, kemudian dijual kembali kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah.

Terhadap kedua terduga pelaku dikenakan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 200, tentang Minyak dan Gas Bumi dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Energi dan Sumber Daya Mineral.

Adapun ancaman hukuman yaitu pidana paling lama 6 tahun kurungan dan denda maksimal Rp60 Miliar. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Transaksi Keuangan, Barang dan Jasa Selama FBIM dan FKN 2025 Capai Rp20 Miliar

Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dan Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2024 berakhir, dan ditutup  Gubernur…