Wagub Kalteng Hadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman Kementan RI dan Polri

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Kamis, 25 April 2024 18:48WIB
Wagub Kalteng Hadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman Kementan RI dan Polri

Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) secara Virtual dari Aula Mandau Telabang Lt. III Polda Kalteng, Kamis (25/4/2024).

Mendampingi Wagub Kalteng H . Edy Pratowo, antara lain Kepala Dinas Perkebunan Rizky Bajuri, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Sunarti.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam paparannya menyampaikan Penandatanganan Nota Kesepahaman Kementerian Pertanian dengan Kepolisian Republik Indonesia dilakukan karena kondisi pertanian di Indonesia saat ini serta kondisi dunia yang juga saat masih mengalami krisis pangan.

Krisis pangan yang terjadi sekarang ini sudah pasti akan merombak ke krisis politik sehingga berakibat akan terjadinya konflik sosial. Hal inilah yang ditakutkan oleh semua negara di dunia termasuk di Indonesia.

Saat ini ada 50 Negara di dunia yang mengalami kelaparan dimana sebagian penduduknya kelaparan. Ada kurang lebih 900 juta penduduknya mengalami kelaparan akibat terjadinya Destruksi Climate Change. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan panas bumi 1,2 derajat dan akan menuju 1,5 derajat di tahun 2030.
“Kalau itu berlanjut ini merupakan ancaman bagi pangan dunia dan sekarang sudah terjadi. Di Indonesia ada resiko sekitar 7 sampai 16 persen karena kelaparan”, ujarnya.

Selain itu naiknya harga pupuk juga menyebabkan terjadinya penurunan produksi pangan. Salah satu penyebabnya adalah adanya perang antara Ukraina dan Rusia sehingga berdampak ke Indonesia dimana harga bahan baku pupuk yang diimport dari Rusia mengalami kenaikkan sebesar 230 persen, sehingga pupuk yang digunakan mengalami penurunan sebesar 50 persen.

Dalam beberapa Rapat Terbatas sebelumnya yang sudah dilakukan Kementan RI dan Stakeholder yang terkait diputuskan ada beberapa cara atau solusi yang harus dilakukan antara lain Pompanisasi yang lebih difokuskan di Pulau Jawa karena lahannya sudah jadi sekitar 70 persen kekuatan ada di Pulau Jawa; Oplah Lahan Rawa yang biasanya dulu ditanam sekali bisa menjadi 3 (tiga) kali tanam; Pemberian Benih Unggul secara gratis yang mau tanam cepat.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit, dalam sambutannya meminta semua pihak terkait bersinergi bersama-sama mengatasi berbagai permasalahan bangsa. Terlebih saat ini kita menghadapi hal yang sama karena situasi krisis pangan yang terjadi akibat adanya perang antara Rusia dan Ukraina. Ditambah lagi dengan teknologi lain-lain yang berdampak pada El Nino yang berkepanjangan. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

FBIM Kalteng 2024 – Kabupaten Lamandau Juara I Putra, Barito Utara I Putri Lomba Manyipet

Lomba Manyipet pada Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2024 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) untuk…