Warga Gunung Bintang Awai Portal Jalan Angkutan Tambang PT MUTU!

Reporter : kaltengdaily
Editor : Kaltengdaily
Rabu, 28 Februari 2024 18:35WIB
Warga Gunung Bintang Awai portal jalan angkutan tambang PT MUTU

Jalan perusahaan tambang PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) di wilayah Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) diportal warga dengan memasang sanksi adat.

PT MUTU diduga telah menggarap dan merusak lahan warga dari kelompok Tani Harapan Jaya 4 Desa Bintang Ara. 

Koordiantor aksi Setiano W.Sigin mengatakan, pihaknya melakukan sanksi adat tersebut dengan memasang portal berupa tali dibentangkan disertai ritual adat Dayak, dengan meminta bantuan dari para leluhur untuk menjaga portal tersebut.

Hal ini dilakukan karena ganti kerusakan lahan kami sebanyak 1012 hektare yang sudah di boring, termasuk 20 hektare yang sudah digarap oleh PT MUTU namun belum dibayarkan.

Kelompok Tani Harapan Jaya 4 pemilik 1012 hektare lahan tersebut didirikan pada tahun 2004 dan sudah memiliki SKT. Namun, hampir dua tahun ini hanya dijanjikan terus oleh PT MUTU tanpa ada kepastian, akhirnya pihaknya melakukan sanksi adat tersebut pada hari ini dengan melakukan pemortalan.

Dikatakan Satiano W Sigin, dari 20 hektare lahan kami tersebut, diperkirakan sekitar 18 ribu metrik ton batubara yang telah diangkut dan dipindahkan ke stockpile tanpa pemberitahuan. Selain itu kami juga minta ganti kerusakan alam ratusan hektare akibat boring sebanyak 246 titik, pembuatan jalan, beberapa sungai rusak tertutup dan tanam tumbuh tergusur.

Dikatakan, pihaknya akan terus memortal jalan tersebut dan memasang tenda untuk tinggal, sampai keinginan dari ratusan pemilik lahan tercapai. Apabila ada yang berani membuka atau melepaskan portal tersebut, diyakini akan ada sesuatu yang menimpa dari para leluhur yang menjaganya.

“Hak adat ini dijamin dan dilindungi UUD 1945 Pasal 18b Ayat 2, juga UU Minerba nomor 3 tahun 2020 pasal 39 huruf i tentang harus menyelesaikan hak-hak masyarakat dulu sebelum menggarap. Artinya UU Minerba yang mengatur mereka saja dilanggar, apalagi hukum adat kita yang tidak tertulis,” jelas Satiano . ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Gubernur: Karnaval Budaya untuk Promosi Wisata dan Tumbuhkan Ekonomi Kreatif di Kalteng

Kalimantan Tengah menggelar Karnaval Festival Budaya Isen Mulang. Perhelatan akbar ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa…