Warga Serbu Pedagang Takjil Ramadan 1443 H di Pangkalan Bun

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Senin, 4 April 2022 13:42WIB
Warga serbu takjil di Pasar Ramadan, Pangkalan Bun.

Takjil sudah menjadi tradisi dan bagian dari budaya untuk buka puasa. Takjil sendiri merupakan jajanan makanan ringan seperti kue dan memiliki jenis yang beragam, dari kue basah hingga gorengan.

Seperti Pangkalan Bun, Kobar, menjelang buka puasa sejumlah warga mulai memadati tempat penjualan takjil, seperti yang terlihat di salah satu tempat jualan takjil di Bundaran Pancasila, Sampuraga, dan tempat yang lainnya.

Kendata masih beberapa jam waktu berbuka puasa, banyak warga mulai memadati para pedagang takjil untuk membeli makanan.

Ada berbagai macam jajanan yang disediakan, menu yang ditawarkan ada Bingka, dan aneka gorengan, seperti tempe, tahu, bakwan, hingga pisang goreng. Lalu tentunya tak ketinggalan, aneka kolak hangat dan bubur.

Ridwan salah satu warga mengatakan, membeli takjil untuk berbuka puasa bersama keluarga.

“Ya, seperti biasa setiap bulan puasa selalu membeli takjil untuk buka puasa bersama keluarga,” katanya.

Fanny warga Sidorejo yang juga ikut membeli jajanan takjil mengatakan berburu takjil ini tidak hanya semata untuk mencari kudapan untuk berbuka puasa saja. Tapi sudah menjadi salah satu budaya dan tradisi di bulan ramadan, yang dinanti banyak orang.

“Ini sudah menjadi tradisi khususnya kami warga Pangkalan Bun ketika akan berbuka puasa,” ujar Fanny.

Ia mengatakan tertarik dengan berbagai macam menu takjil yang dijajakan, bahkan ada kue-kue favorite yang biasa menjadi cemilan saat berbuka puasa nanti.

“Sebelum buka puasa memang pasti mampir untuk membeli takjil, ada menu favorite seperti puding dan gorengan untuk berbuka puasa,” ungkap Fanny.

Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah, ketika membuka Pasar Ramadhan 1443 H / 2022 M di 3 titik yaitu Kampung Sega Kelurahan Mendawai, Sampuraga Lama Kelurahan Sidorejo dan juga di Bundaran Pancasila, Kelurahannya Madurejo, Kabupaten Kobar, Minggu (3/4/ 2022) mengatakan, pada Ramadan tahun ini pemerintah tidak membuka tersentral pasar Ramadhan, tetapi pihaknya memberikan keleluasaan kepada masing-masing wilayah di kelurahan yang ada, terutama yang di kota, karena Pandemi Covid-19 saat ini belum di kategori kan aman, oleh karena itu pihak nya mengambil langkah ini untuk salah satunya mengurangi kerumunan.

“Kami Pemerintah Daerah melakukan Pembukaan Pasar Ramadhan di wilayah kabupaten Kotawaringin Barat, ada 7 kelurahan yang dalam kota dan pemerintah daerah saat ini memang tidak membuka tersentral pasar Ramadhan ini, tetapi kita berikan keleluasaan kepada masing-masing wilayah di kelurahan, hal ini kami lakukan sebagai upaya bersama dalam mengantisipasi peningkatan Covid-19, karena memang Covid-19 ini terbilang belum aman,” ucap Bupati.

Pasar Ramadhan ada di  7 titik yaitu, di Kelurahan Mendawai, Kelurahan Mendawai Sebrang, Kelurahan Raja, Kelurahan Sidorejo dan juga Kelurahan Madurejo.

Hj Nurhidayah menambahkan, pasar ramadan merupakan Murni Swadaya dari teman-teman kelurahan yang bekerja sama dengan karang taruna, harapannya dengan adanya pasar ramadan ini juga dapat membantu pelaku UMKM yang ada di Kobar selama bulan ramadan. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Logo HUT Ke 67 Provinsi Kalteng 2024 Diluncurkan

Logo Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 Kalteng, diluncurkan dilakukan secara resmi oleh Wakil Gubernur (Wagub)…