Crazy Rich Kalimantan Haji Isam vs Hasnuryadi, Siapa Terkaya?

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Kamis, 14 Juli 2022 12:22WIB
H Isam

Bagian 2

Meski membesarkan bisnis di Kalimantan Selatan, keluarga Haji Isam berasal dari sebuah desa di Bone, Sulawesi Selatan, sebuah daerah etnis Bugis.

Haji Isam, disebut Tempo (08/04/2018), adalah pedagang tembakau yang merantau ke Kalimantan Selatan dan memulai kejayaannya dari bawah, sebagai supir pengangkut kayu.

Haji Isam muda mengenal penambang batu bara lokal bernama Johan Maulana. Sejak 2001 dia ikut Johan Maulana dan belajar cara mengelola pertambangan.

Setelah belajar dari Johan, Haji Isam mampu melebarkan sayapnya dan menjadi kontraktor pelaksana di PT Arutmin Indonesia, salah satu anak usaha Bumi Resources (BUMI) milik keluarga Bakrie, lewat bendera CV Jhonlin Baratama.

Perusahaan milik Haji Isam kemudian bertambah. Bisnis penerbangannya diatur Jhonlin Air Transport, yang memiliki dua Fokker dan dua helikopter. Di bidang perkapalan berada dalam bendera Jhonlin Marine yang membawahi armada 16 kapal tongkang pengangkut batu bara.

Di bidang agrobisnis, terdapat Jhonlin Agromandiri yang mengelola perkebunan kelapa sawit. Bahkan dia memiliki Pabrik Biodisel bernilai Rp 2 triliun yang dikelola Jhonlin Agro Raya.

Mengutip situs Jhonlin Agromandiri yang tampaknya sudah lama tidak diperbaharui, Jhonlin Group (JG) merupakan induk perusahaan dari beberapa unit usaha di berbagai bidang termasuk pertambangan, jasa pelabuhan, jasa transportasi udara, bongkar-muat di laut lepas, agrobisnis, jasa keamanan, hingga infrastruktur dan manufaktur.

Jhonlin Agromandiri (JA) sendiri merupakan perusahaan yang khusus bergerak dalam bidang agrobisnis, di bawah bendera Jhonlin Group. Tak tanggung-tanggung perusahaan milik Haji Isam memiliki hamparan perkebunan yang sangat luas di Kalimantan.

JA mengantongi izin HGU (Hak Guna Usaha) Perkebunan Sawit seluas 30.000 Ha dan izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) seluas 17.730 Ha. Selain itu, JA juga melakukan kerja sama konsesi lahan dengan total luas areal 140.995 ha di Kalimantan Selatan.

Jhonlin Agromandiri diketahui pernah menjadi salah satu pemegang saham perusahaan Haji Isam yang direncanakan akan melakukan penawaran publik dalam waktu dekat ini.

Mengutip prospektus IPO PT Jhonlin Agro Raya, JA sempat memiliki 51% saham JARR tahun 2019 lalu, dengan 49% sisanya digenggam Haji Isam.

Kemudian struktur permodalan perusahaan mengalami beberapa kali perubahan dengan yang terbaru sebelum IPO, Eshan Agro Sentosa menguasai 99,91% saham perusahaan dengan penyertaan modal Rp 677,11 miliar. Sedangkan 0,09% sisanya dimiliki oleh PT Sinar Bintang Mulia.

Haji Isam yang nyaris secara eksklusif menguasai JARR lewat kepemilikan saham perusahaan secara tidak langsung lewat Eshan Agro Sentosa tercatat sebagai ultimate beneficial owner JARR.

Haji Isam yang merupakan pengendali perusahaan mempercayakan kepengurusan operasi dan bisnis kepada anaknya Jhony Saputra yang menjabat sebagai Komisaris Utama JARR.

Dari IPO ini, perusahaan mengharapkan pengumpulan dana maksimal Rp 366,88 miliar dan akan memiliki valuasi mencapai Rp 2,40 triliun.

Sebelum rencana IPO ini, jejak Haji Isam di pasar modal juga sudah terlihat, meskipun secara tidak langsung.

Tahun 2020 lalu, Pradiksi Gunatama (PGUN) yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan industri minyak kelapa sawit dan minyak inti kelapa sawit melakukan penawaran perdana dan mampu mengumpulkan dana publik Rp 103,50 miliar. Perusahaan perkebunan ini kini memiliki kapitalisasi pasar Rp 3,35 triliun.

Nama Haji Isam memang tidak muncul di perusahaan ini, melainkan dikuasai oleh dua orang anaknya. Prospektus IPO menyebut bahwa pengendali perusahaan adalah Liana Saputri yang merupakan kakak kandung dari Jhony Saputra. Sebelum IPO kakak beradik tersebut menguasai PGUN secara tidak langsung masing-masing 50%.

Jhony yang tampaknya aktif di JARR yang akan IPO, namanya tidak menjadi pengurus di PGUN, melainkan kepengurusan operasi dan bisnis dikelola oleh Liana yang menjabat sebagai komisaris utama perusahaan.

Jelang IPO tahun 2020 lalu, Liana diketahui berusia 22 tahun dan memiliki latar pendidikan terakhir Business Management and Leadership dari Santa Monica College, Los Angeles 2018. PGUN juga merupakan pihak berelasi dari JARR yang juga tercatat sebagai salah satu pemasok utama bagi Jhonlin Agro Raya. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Pemprov Segera Launching Logo Resmi Hari Jadi Ke 67 Provinsi Kalteng Tahun 2024

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) akan segera me-launching logo Hari Jadi Ke-67 Provinsi Kalteng…