Di Kabupaten Pulpis Terjadi Kenaikan Harga Beras, di Kabupaten Kobar Minyak Goreng

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Senin, 6 Maret 2023 13:19WIB
Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2023 secara virtual dari Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Senin
  • Sekda Nuryakin Minta Kabupaten/Kota Aktif Lakukan Upaya Antisipasi Kenaikan Inflasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Kalteng H. Nuryakin hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2023 bersama Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian secara virtual dari Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Senin (6/3/2023).

Dalam arahannya Tito mengatakan saat ini terjadi kenaikan inflasi dari 5,28 persen (yoy) pada bulan Januari menjadi 5,47 persen (yoy). “Angka ini harus menjadi perhatian kita semua baik Pusat maupun Daerah. Itulah pentingnya kita melakukan rapat mingguan ini agar inflasi kita bisa terkendali,” kata Tito.

Dalam pengendalian inflasi di daerah, Tito mengharapkan setiap Kepala Daerah harus memperkuat kerja sama antar daerah, melalui pemenuhan komoditas dari daerah yang surplus dengan daerah yang kekurangan komoditas, serta menjalin koordinasi untuk hambatan dan kendala moda trasnportasi barang/jasa. “Di tengah ketidakpastian global, perekonomian Indonesia tumbuh solid di atas 5 persen (yoy). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan 1 hingga Triwulan 4 tahun 2022 dibandingkan dengan Triwulan 1 hingga Triwulan 4 tahun 2021 tumbuh 5,31 persen,” ucap Tito.  

Berdasarkan data BPS, Kabupaten Pulang Pisau berpotensi terjadi kenaikan harga beras tertinggi dan Kabupaten Kotawaringin Barat berpotensi terjadi kenaikan harga minyak goreng tertinggi.

Menanggapi hal itu, Sekda Nuryakin memastikan Pemprov. Kalteng akan segera melakukan rapat untuk mengecek kevalidan data dari BPS tersebut.

“Menghadapi Bulan Suci Ramadan dan Idulfitri memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, nanti dalam rapat akan kita sampaikan laporan ke Pemerintah Pusat terhadap ketersediaan stok pangan yang ada di Kalimantan Tengah,” imbuh Sekda.

Sekda Nuryakin meminta agar kabupaten lain juga aktif untuk melakukan antisipasi kenaikan inflasi. “Selama ini kita lebih fokus ke daerah sampel yaitu Kota Palangka Raya dan Kota Sampit. Daerah lain akan kita perhatikan, namun dua daerah ini akan tetap kita jaga,” pungkasnya. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Transaksi Keuangan, Barang dan Jasa Selama FBIM dan FKN 2025 Capai Rp20 Miliar

Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dan Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2024 berakhir, dan ditutup  Gubernur…