Pengembangan Kawasan Tambak Udang/Shrimp Estate Kalteng Secara Bertahap

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Selasa, 8 Februari 2022 12:40WIB
Rapat Koordinasi Percepatan Pogram Pengembangan Kawasan Tambak Udang/Shrimp Estate

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng Leonard S. Ampung pimpin Rapat Koordinasi Percepatan Program Pengembangan Kawasan Tambak Udang/Shrimp Estate Kalteng, di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (8/2/2022).

Rakor dihadiri Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng terkait serta Manager PLN UP3 Palangka Raya, Erwin Gunawan.

Leonard S. Ampung saat membacakan sambutan tertulis Pj. Sekretaris Daerah Prov. Kalteng H. Nuryakin menyampaikan sesuai amanat Gubernur Kalteng yang disampaikan dalam Apel Besar pada tanggal 3 Januari 2022 di Halaman Kantor Gubernur Kalteng dalam masa pandemic Covid-19 mencari terobosan-terobosan pemulihan ekonomi Prov. Kalteng.

Salah satu arahan Gubenrur meminta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan merealisasikan pembangunan kawasan budidaya tambak udang/shrimp estate di Sukamara.

Sesuai dengan perencanaan yang telah dilakukan melalui Detail Enginering Design (DED) luas keseluruhan kawasan tambak udang vaname/shrimp estate adalah 40,17 Ha, dibagi dalam 5 cluster dilengkapi dengan fasilitas perkantoran, mess karyawan, gudang, laboratorium penyakit, dll. Pembangunan diperkirakan menelan biaya sebesar Rp85.048.016.000,00.

“Bapak Gubernur Kalteng memberi arahan mengingat keterbatasan Anggaran PAD dan masih dalam kondisi pandemic yang belum selesai meminta untuk dilakukan pembangunan kawasan tambak udang vaname/shrimp estate dilaksanakan secara bertahap, pada tahap pertama adalah pembangunan 1 cluster,” jelas Leo.

Lebih lanjut Leo menyampaikan, pada Tahun 2022 untuk pelaksanaan pembangunan tahap 1 cluster tersedia anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang sebesar Rp14 Miliar yang akan digunakan untuk pembangunan jalan lingkungan kawasan tambak udang sekitar Rp7 Miliar dan kegiatan Land Clearing dan Bangunan pendukung lainnya sebesar Rp7  Miliar.

Sedangkan untuk kegiatan pembangunan tambak tahap pertama 1 cluster yang belum tersedia anggarannya adalah sebagai berikut. Pertama, pekerjaan konstruksi tambak sebesar Rp16.830.598.000,00 dan biaya operasional budidaya sebesar Rp3.382.159.000,00.

Kedua, pembangunan jaringan listrik saluran utama tegangan menengah (SUTM) sepanjang 4 KM, sebesar Rp2.413.341.424,00. Terakhir, jaringan listrik dalam kawasan tambak sebesar Rp2.400.406.000,00. Leo berharap bantuan dari Bank Kalteng dan PT. PLN bisa memberikan solusi pendanaannya. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Bawaslu Kalteng Tak Temukan Bukti AGI-SAJA Lakukan Pelanggaran

Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kalimantan Tengah (Bawaslu Kalteng), Satriadi mengatakan, pihaknya tidak menemukan bukti…