3 Alasan Bikin Wajib Belajar Digital Marketing

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Rabu, 23 Februari 2022 08:28WIB
Digital Marketing

Digital marketing menjadi tren baru yang diganderungi oleh kalangan milenial dan Generasi Z. Bila melihat perkembangan teknologi yang sangat dinamis, digital marketing ini bisa menjadi salah satu kegiatan pemasaran yang efektif.

“Digital marketing memiliki peranan untuk mengubah pemasaran konvesional menjadi online, hal ini dinilai lebih efektif dalam segi waktu dan biaya guna kepentingan bisnis untuk jangka pendek maupun panjang,” terang Laras Pratiwi, Digital Marketing Specialist i3L School of Business (iSB) dalam keterangan resmi pada Selasa (22/2).

Dalam pemaparannya, Laras merinci tiga alasan belajar digital marketing:

1.Perangkat Mobile terus berkembang

Tahukah kami, 98,3 persen penduduk Indonesia memanfaatkan ponsel dalam kegiatan komunikasi dan akses informasi. Sebuah ponsel pintar tentu membutuhkan aplikasi pendukung untuk memaksimalkan fungsinya dan memberi kemudahan bagi pengguna.

Berbagai aplikasi ponsel sudah dikenal dan banyak digunakan masyarakat seperti aplikasi pembayaran online, belanja online, taxi online, map, hingga aplikasi bisnis online.

Mobile advertising adalah pemasaran iklan yang dapat dilakukan melalui ponsel. Para konsumen setiap harinya dapat dipastikan memegang dan memainkan mobile dan gadgetnya.

“Banyaknya konsumen terlibat dalam komunikasi dan interaksi melalui mobile dan gatget. Maka pengguna perangkat mobile dan gatget menjadi target empuk bagi para digital marketer,” ujar Laras.

2.Mengedepankan Data Driven Marketing

Data Driven Marketing adalah strategi menggunakan informasi pelanggan untuk pembelian pada produk yang lebih optimal dan bertarget, serta pesan yang disampaikan bersifat kreatif.

Dengan data driven marketing kita menjadi lebih paham keinginan dan kebutuhan pelanggan atau target audiens.

Selain itu, kegiatan marketing berbasis data lebih terprogram karena memanfaatkan machine learning, sehingga mendapatkan hasil yang lebih tepat. Adanya Real-Time Data yang didapatkan tanpa harus melakukan asumsi yang bisa membuang-buang biaya, waktu dan tenaga.

3.Mengetahui Buyer Persona

Buyer persona adalah representasi dari tipikal target pelanggan sebuah bisnis yang didapatkan dari hasil riset mendalam. Idealnya, kamu perlu membuat profil pelanggan yang seolah-olah mereka adalah nyata.

Mulai dengan pengumpulan data demografis, tingkah laku, kepribadian, hingga bagaimana cara mereka dalam mengambil keputusan saat membeli sebuah produk. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Ajukan Mundur dari Wali Kota Solo, Gibran Langsung Kemasi Barang

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka langsung mengemasi barang-barangnya di Balai Kota Solo, Selasa (16/7/2024)….