Apakah Boleh Tidur Setelah Sahur? Boleh Aja Sih, Tapi…

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Sabtu, 16 April 2022 12:37WIB

Apakah boleh tidur setelah sahur? Pertanyaan ini kerap dicari oleh banyak orang lantaran ingin segera menuntaskan tidurnya akibat kantuk sehabis makan. Mengingat di bulan puasa, waktu tidur jadi kurang efektif lantaran harus bangun lebih awal untuk sahur.

Menjawab pertanyaan itu, pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, menegaskan tidur setelah sahur boleh-boleh saja dilakukan.
Baca juga: Ingat! Suka Ngorok ‘Pantang’ Tidur Sesudah Sahur, Ini Sebabnya

“(Nggak boleh tidur setelah sahur) itu mitos, kalau orangnya sehat nggak ada masalah,” kata dr Andreas.

Akan tetapi, perlu juga diperhatikan sejumlah efek sampingnya, terutama bagi pengidap sleep apnea.

Menurut dr Andreas, tidur setelah sahur bisa berbahaya bagi mereka yang mengidap sleep apnea atau memiliki kebiasaan mendekur atau ngorok. Pasalnya, ketika mendengkur, saluran pernapasan akan tersumbat dan berisiko menyebabkan henti napas.

“Jadi bayangin kalau orang ngorok itu saluran napasnya tersumbat-tersumbat, mengalami henti napas karena tersumbat, sehingga dia akan tercekik saat tidur. Jelas bahaya berhenti napas,” jelasnya.

Selain itu, orang yang memutuskan untuk tidur setelah sahur juga kemungkinan bisa mengalami Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau gangguan pencernaan. Penyakit ini disebabkan oleh asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan peradangan.

Pasalnya, ketika seseorang memutuskan tidur setelah sahur, asam lambung akan lebih mudah naik ke kerongkongan. Ini terjadi akibat posisi tidur yang dapat membuat katup lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya.

Saat makanan ada di lambung sedang dicerna maka kemungkinan makanan naik ke kerongkongan akan semakin besar saat kita berbaring,” tutur dokter spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD KGEH, dari RS Brawijaya Depok.

Apabila kondisi ini terus menerus dibiarkan begitu saja, bisa memicu sejumlah efek samping lainnya, seperti rasa dada terbakar, gigi bolong, hingga mulut pahit di pagi hari.
Kapan waktu yang tepat untuk tidur setelah sahur?

dr Aru menyarankan tidur setelah 2 jam sehabis sahur untuk menghindari sejumlah gangguan pencernaan, seperti GERD, gastritis (peradangan di lambung), dan penyakit maag lainnya. Juga, menghindari sejumlah makanan yang bisa memicu produksi asam lambung semakin tinggi saat sahur.

“Disarankan 2 jam setelah makan sahur baru berbaring. Hindari terlalu pedas, jangan yang asam, dan kopi. Sebaiknya (makan) yang tinggi serat, ” tuturnya. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

GAPKI se-Kalimantan Bakal Gelar Borneo Forum ke-7, Simak Jadwal, Lokasi, dan Acaranya

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dari seluruh cabang provinsi di Pulau Kalimantan bakal menggelar…