Tari Kreasi Pahlawan Wanita Hai Nyai Balau Namanya, Cerita Rakyat Kalimantan Tengah

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Jumat, 17 Maret 2023 14:08WIB
Tari Kreasi Daerah Pahlawan Wanita hai Nyai Balau Namanya

Tari berjudul Pahlawan Wanita hai Nyai Balau Namanya, turut menyemarakkan Lomba Tari Kreasi Daerah Festival Tambun Bungai 2023 yang digelar di Stadion Sanaman Mantikei Palangka Raya, Kamis (16/3/2023).

Dalam sinopsisnya terkisah di tanah Dayak hidup seorang wanita dengan sebutan Nyai Balau yang memiliki paras cantik nan gagah pemberani. Tersebutnya, Nyai Balau karena memiliki rambut panjang yang indah menambah kecantikannya.

Nyai balau agak berbeda dengan wanita Dayak pada zaman itu karena memiliki kelebihan ilmu sakti namun Nyai Balau tetap dikenal baik hati dan tidak sombong. Nyai Balau pun dikenal memiliki jiwa kepemimpinan dan menjadi panutan bagi masyarakat.

Nyai Balau merupakan salah satu sosok Pahlawan wanita di tanah Dayak karena kegigihannya dan perjuangannya mempertahankan tanah Dayak tetap menjadi negeri Nusantara Indonesia.

Dalam perkembangan tarian Dayak Kalteng mengalami pengkreasian baik dari gerakan kostum sampai ke musiknya, seperti yang disajikan para penari dari Sanggar Ssb Tingang Tabela Harati Sekolah SMA Negeri 4 Palangka Raya. Tim tari yang tampil menggunakan nomor urut 01 dibawakan oleh Saadah, Nadya, Miranda, Adel dan Halimah.

Salah satu penari Miranda Agustina menyampaikan tari yang disajikan perpaduan antara kreasi tradisional tarian Mandau membalut menjadi tarian yang energik namun juga manis gemulai. Miranda Agustina mengutarakan bahwa sebelumnya juga sudah pernah mengikuti lomba Tari Kreasi Daerah pada Festival Tabe.

“Saya berharap seni tari terus berkembang sangat baik di Kalimantan Tengah”, pungkasnya.

Lomba Tari Kreasi Daerah Festival Tambun Bungai 2023 disambut antusias oleh masyarakat. Meskipun sempat di guyur hujan, terlihat ribuan masyarakat tetap ingin menyaksikan festival tari kreasi daerah tersebut.

Lomba Tari Kreasi Daerah ini bertujuan untuk mengangkat keberagaman seni tari daerah Kalteng dalam upaya untuk melestarikan seni dan budaya daerah, juga sebagai media edukasi dan atraksi budaya daerah khususnya di Kalteng. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Transaksi Keuangan, Barang dan Jasa Selama FBIM dan FKN 2025 Capai Rp20 Miliar

Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dan Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2024 berakhir, dan ditutup  Gubernur…