Kisah yang di ungkapkan oleh GKR Hemas ini sangat menarik dan mengundang canda lantaran GKR Hemas yang merupakan istri Sri Sultan Hamengkubuwono X ini bercerita saat muda nya bertemu dengan Mas Herjuno.
Awalnya sebelum menikah dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X ternyata GKR Hemas merasa takut.
Seperti dikutip dari YouTube Moko Channelll Sejarah, Senin 13 November 2023 sebelum kabur ke Jerman, GKR Hemas memang sudah sangsi apabila harus menikah dengan orang ningrat.
GKR Hemas berpikir tak akan mampu beradaptasi dengan budaya Keraton Yogyakarta.
“Saya tertarik kepada Mas Herjuno bukan karena ia berdarah sangat ningrat, putra raja,” ujar GKR Hemas dalam YouTube Moko Channelll Sejarah.
Sebagai anak Jakarta, saya tak terpikat pada status darah biru,” imbuh GKR Hemas.
Hidup para urban di Jakarta, menurut GKR Hemas, status ningrat ini dianggap angin lalu. Bukan hanya itu, ia juga tidak paham arti menjadi status ningrat berdarah biru.

“Karena saya memperoleh pendidikan di Jakarta. Lingkungan urban yang sama sekali tak akrab dengan kehidupan ningrat. Saya pun tak paham apa arti ningrat dalam kehidupan ini. Status Mas Herjuno tak penting untuk saya.” kata istri Sri Sultan Hamengkubuwono X ini.
“Sebab itulah saya tak pernah berpikir atau menganalisis suatu saat Mas Herjuno akan terpilih menjadi sultan menggantikan ayahandanya.” tambahnya.
Sebelum menikah dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, ia juga sempat berpikir apakah nanti bisa diterima di keluarga pihak keraton.
Adapun kegelisahan ini diutarakan GKR Hemas kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Pengakuan GKR Hemas kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X ini akhirnya membuat mereka menikah.
“Yang penting saya senang sama kamu. Dan kamu harus bersedia patuh pada saya,” jawaban Sri Sultan Hamengkubuwono X saat itu.
Bukan hanya itu, Sri Sultan Hamengkubuwono X juga menjelaskan kepada GKR Hemas jika menikah nanti harus menaati peraturan keluarga besar keraton.
Penjelasan yang dilontarkan Sri Sultan Hamengkubuwono X pun membuat GKR Hemas sempat kabur ke Jerman.
Setelah tiga bulan berada di Jerman, akhirnya GKR Hemas pulang ke Indonesia dengan alasan kuliah. Namun tak disangka nyatanya GKR Hemas menerima telepon dari sang ibu yang menyuruhnya pulang ke Tanah Air untuk dinikahkan.
Akhirnya pada tahun 1968, meski sempat kuliah selama satu tahun, GKR Hemas lalu dinikahi Sri Sultan Hamengkubuwono X.***