Sebanyak 10 rumah toko di Jalan Simpang Empat – Badak, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, hangus terbakar Sabtu (29/1/2022) pukul 14.30 WIB.
Peristiwa kebakaran ini sempat menjadi perhatian masyarakat yang melintas, lantaran lokasinya di pinggir Jalan Rajawali.
Mansyah (35) warga setempat mengatakan, dirinya bersama warga lainnya mendengar teriakkan bahwa terjadi kebakaran dan bersama-sama berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya.
‘’Belum tahu apai berasal dari mana, kami langsung melapor ke petugas damkar’’, kata Mansyah.
Ida (52), salah satu penjual pencok di seberang lokasi kebakaran mengatakan saat itu ia melihat kepulan asap dari dalam Ruko tempat dagangan nasi kuning.
Kemudian ia teriak minta tolong kepada pedagang yang lainnya bahwa ada api di dalam Ruko dagangan nasi kuning.
Api diketahui berasal dari sebuah Warung nasi kuning milik Mama Umi yang ditinggal pemiliknya pergi Banjarmasin, Kalsel.
Kasi Pengendali Operasi dan Komunikasi Penyelamatan Damkar Kota Palangka Raya, Sucipto mengatakan, setelah pihaknya mendapat laporan dan langsung ke TKP. Ketika tiba di lokasi, api sudah membesar.
“Tim rescue kami menurunkan 2 unit dibantu mobil water Conon dari pihak Kepolisian dan relawan lainnya untuk bersama-sama memadamkan api tersebut. Dalam waktu kurang dari satu jam, api dapat kami kuasai,” tandasnya.
Kapolsek Jekan Raya Ipda Ali Machfud mengatakan, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Namun hingga kini belum diperkirakan berapa kerugian akibat kebakaran tersebut.
“Terus melakukan penyelidikan pasti terjadinya kebakaran dan mengumpulkan barang bukti di lokasi,” katanya.
Menurut Empas Ludang, Ketua RT 04 RW 05, sebagian ruko yang hangus terbakar tersebut milik pribadi dan sebagian sewa.”Untuk milik toko ini sebagian sewa sebagian juga milik pribadi,” ucapnya.
Walaupun masih belum diketahui pasti terjadinya kebakaran tersebut, namun dirinya mengingatkan dan mengimbau kepada warga sekitar untuk waspada kebakaran.
“Kita terus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan tabung gas dan listrik,” kata Empas Ludang. ***