Baju Dagangan Bikin Gatal, Pasar di Deiyai Papua Tengah Dibakar

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Selasa, 13 Desember 2022 08:29WIB
Kebakaran Pasar Wagete Deiyai Papua Tengah

Sebanyak 50 kios di Pasar Waghete, Jalan Waghete 1, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah ludes dibakar oleh sekelompok warga. Polisi mengungkapkan pembakaran tersebut berawal dari keributan antara pembeli dan penjual.

“Jadi benar bahwa kejadian itu akibat dibakar oleh sekelompok warga,” ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan, Senin (12/12/2022).

Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIT, Senin (12/12). Kamal menjelaskan awalnya salah satu warga hendak membeli pakaian dan mencobanya, namun baju tersebut membuatnya gatal.

Keributan antara pembeli dan penjual pun tak terhindarkan. Buntut dari keributan tersebut sekelompok warga kemudian mendatangi kios tersebut dan melakukan pembakaran.

“Dari keributan itu datang sekelompok warga dan melakukan pembakaran kios baju tersebut. Lalu api merembet ke kios-kios lainnya di mana kios tersebut terbuat dari kayu, papan yang mudah terbakar,” ujarnya.

Awalnya dilaporkan hanya 10 kios yang terbakar. Namun karena api merembet dengan cepat, total ada 50 kios terbakar.

“Untuk kerugian materiil pastinya masih didatakan oleh petugas di lapangan. Namun sebanyak 50 kios terbakar atas peristiwa itu,” ucapnya.

Selain 50 kios, ada 9 unit motor ikut hangus terbakar. Selain itu juga dilaporkan ada 4 orang mengalami luka yang 1 di antaranya merupakan anggota TNI.

Kamal menambahkan, saat ini Kapolres Deiyai bersama bupati, DPRD, dan Dandim 1703 Deiyai sudah berada di lokasi kejadian untuk meredam aksi susulan. Polisi saat ini juga tengah mengejar pelaku pembakaran.

“Satuan Reskrim Polres Deiyai masih melakukan penyelidikan, guna menangkap pelaku pembakaran,” ucapnya.

Untuk itu, Kamal mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja ingin membuat situasi tidak kondusif. Ia berharap kasus ini diserahkan kepada aparat kepolisian.

“Kita mengimbau agar kasus ini diserahkan ke penyidik Polri dan tidak ada kekerasan lagi baik terhadap orang maupun barang, karena hal ini tentu akan mengganggu pembangunan di Deiyai dari segala aspek,” imbaunya. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Gubernur Kalteng Salat Ied 1445 H bersama Masyarakat di Bundaran Besar Palangka Raya

Gubernur Sugianto Sabran bersama ribuan masyarakat dengan khidmat mengikuti Salat Idul Fitri Pemerintah Provinsi (Pemprov)…