Banjir Landa Tiga Kabupaten di Kotawaringin

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Selasa, 23 Agustus 2022 16:32WIB
Banjir yang terjadi di Kabupaten Kobar

Banjir terjadi di tiga Kabupaten di wilayah Kotawaringin yakni di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau.

Di Kabupaten Kotawaringin Barat, banjir terjadi di Desa Sungai Hijau Kecamatan Pangkalan Banteng, mengakibatkan 26 rumah di Dusun 1 Rt 9 terdampak.

Banjir terjadi, Senin (22/8/2022), akibat debit air sungai terus bertambah dan meluap pemukiman warga. Saat ini petinggi air mencapai 1 meter,  yang mengakibatkan sebanyak 26 rumah yang di huni oleh 23 KK atau 87 jiwa terdampak banjir,  namun kondisi fasilitas umum maupun jalan umum masih aman. 

Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Faisal Firman Gani mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, sambil menyiapkan fasilitas perahu karet, jika ada warga yang ingin mengungsi ketempat yang lebih aman.

Sementara itu, banjir menggenangi Perumahan Warga Desa Balai Riam, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, dengan ketinggian air mencapai 70 cm.

Banjir terjadi Minggu (21/8/2022) dan hingga berangsur surut.  Curah hujan yang cukup deras, mengakibat beberapa wilayah Kec. Balai Riam yang dataran rendah dan meluapnya aliran sungai mengalami banjir.  Diantaranya RT. 01, RT. 04 desa Balai Riam dan RT. 03 Desa Bangun Jaya serta Daerah Aliran Sungai di Desa Lupu Peruca.

Kapolsek Balai Riam Ipda Rusman  mengatakan, pihaknya terjun langsung ke lokasi banjir, untuk melakukan pendataan rumah dan warga yang tergenang banjir serta membantu mengevakuasi beberapa warga yang rumahnya tergenang banjir untuk berpindah ke tempat sanak family yang tidak terkena banjir. 

Sedangkan banjir yang menerjang Desa Liku Mulya Sakti, Kecamatan Bulik pada Senin (22/8/2022) pagi lalu sudah mulai surut. Akses jalan yang semula putus dan tidak bisa dilalui kendaraan, kini sudah mulai bisa dilewati, utamanya kendaraan roda 4 dan roda 6.

“Kemarin pagi, akses jalan dari dan menuju Desa Mulya Sakti yang tergenang air itu sekitar 150 sampai 200 meter dengan ketinggian air sekitar 1 meter. Tapi Alhamdulillah pada sore harinya air sudah semakin surut,” ucap Irwansyah yang juga Kepala BPBD Lamandau itu.

Menurut Sekda Lamandau, M Irwansyah, Selasa (23/8/2022), dari hasil pendataan yang dilakukan tim BPBD bersama instansi terkait, setidaknya ada 12 Kepala Keluarga di desa Liku Mulya Sakti yang terdampak banjir. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

MK Juga Tolak Gugatan Hasil Pilpres 2024 dari Ganjar-Mahfud!

Mahkamah Konstitusi (MK) juga menolak permohonan sengketa hasil Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2024 yang diajukan…