Deretan Negara Ini Perintahkan Warganya Tinggalkan Ukraina Segera!

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Senin, 14 Februari 2022 12:59WIB
Pasukan Militer Ukraina

Ketegangan terkait krisis Rusia dan Ukraina terus meningkat. Khawatir invasi Ukraina oleh Rusia, banyak negara mendesak warganya di sana untuk pergi dan telah mengurangi staf diplomatik mereka.

Dilansir, Senin (14/2/2022), di antara negara-negara yang telah meminta warganya untuk meninggalkan Ukraina adalah Amerika Serikat, Jerman, Italia, Inggris, Irlandia, Belgia, Luksemburg, Belanda, Kanada, Norwegia, Estonia, Lithuania, Bulgaria, Slovenia, Australia, Jepang, Israel, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Sementara itu, pemerintah Prancis menyarankan agar tidak melakukan perjalanan ke daerah perbatasan utara dan timur Ukraina, tetapi belum mengeluarkan seruan bagi warganya untuk meninggalkan negara itu.

Rumania, yang berbatasan dengan Ukraina, sangat merekomendasikan warganya menghindari perjalanan ke negara itu. Pemerintah Rumania juga mendesak warganya untuk “mengevaluasi kembali kebutuhan untuk bertahan” jika sudah berada di sana.

Pemerintah Rusia juga telah menarik pulang beberapa staf diplomatiknya dari Ukraina, dengan mengatakan bahwa pihaknya takut akan “provokasi”.

Pemerintah Amerika Serikat juga telah memerintahkan kepergian sebagian besar staf diplomatiknya di Kiev, ibu kota Ukraina, dengan mengatakan serangan Rusia dapat dimulai “kapan saja sejak sekarang”. Namun, Washington akan mempertahankan kehadiran konsuler di kota Lviv, Ukraina barat.

Kanada pun telah menutup kedutaan besarnya di Kiev untuk sementara, memindahkan operasi diplomatik ke Lviv, seperti halnya Australia.

Badan-badan Uni Eropa juga merekomendasikan para personel diplomatik non-esensial di Kiev untuk meninggalkan negara itu.

Rumania juga telah menarik para personel non-esensial dari kedutaan besarnya di Kiev. Begitu pula dengan pemerintah Israel telah mengevakuasi keluarga-keluarga diplomat dan staf kedutaan dari Ukraina.

Sementara itu, maskapai penerbangan Belanda, KLM mengumumkan pada Sabtu (12/2) lalu bahwa mereka menangguhkan penerbangannya ke Ukraina sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Namun, Kementerian Infrastruktur Ukraina mengatakan hari Minggu (13/2) bahwa negara itu akan membiarkan wilayah udaranya tetap terbuka meskipun ada kemungkinan invasi Rusia. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

38 Warga Palangka Raya Terjaring Razia Penindakan Pelanggaran Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan

Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya menggelar razia yustisi untuk…