Diduga Keracunan Makanan, 38 Peserta Pesparani I Katolik Kalteng Dirawat ke RS Betang Pambelum

Reporter :
Editor :
Senin, 24 November 2025 05:44WIB
Peserta Pesparani I Katolik Provinsi Kalteng yang diduga keracunan makanan, mendapat perawatan di UGD RS Pambelum Palangka Raya.

Sebanyak 38 peserta Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap sarapan yang disediakan panitia, Minggu (23/11/2025), di Gedung Olahraga (GOR) Serbaguna Indoor, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Palangka Raya.

Peserta mulai mengeluhkan gejala seperti sakit perut, mual, pusing, muntah, dan diare. Panitia bidang kesehatan langsung merujuk peserta yang mengalami gejala tersebut ke Rumah Sakit Betang Pambelum Palangka Raya untuk mendapatkan penanganan.

Hingga Minggu sore sekitar pukul 15.45 WIB, tercatat sudah 30 orang menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Betang Pambelum. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah karena korban terus berdatangan.

Sebagian besar pasien adalah anak-anak dan remaja peserta lomba kategori Paduan Suara Anak (PSA) dan Paduan Suara Remaja (PSR). Namun, beberapa peserta dewasa juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

Salah satu peserta, Yosefa Irani (14), mengaku mengonsumsi nasi kotak yang dibagikan panitia sekitar pukul 09.00 WIB sebelum mulai merasakan gejala.

“Sekitar jam sebelas siang perut mulai mules, lalu muntah-muntah,” ujar Yosefa, yang akrab disapa Ega, saat ditemui di ruang perawatan.

Rusriendi (62), orangtua dari Julius Evan (31) yang menjadi salah satu pasien, mengatakan anaknya mulai merasakan mual hingga muntah-muntah saat menyantap makanan setelah ibadah Misa sekitar pukul 11.30 WIB di GOR Indoor Serbaguna, lokasi pelaksanaan Pesparani.

“Semua peserta dari Kota Palangka Raya, termasuk anak saya ini, dia ikut nyanyi juga, jam setengah 11 kejadiannya, setelah itu dia mengalami muntah-muntah sampai delapan kali, sebelum akhirnya harus dirawat,” ujar Rusriendi.

Rusriendi menyebut makanan yang seharusnya untuk sarapan justru dibagikan mendekati siang hari. Sejumlah peserta bahkan baru menyantapnya setelah selesai Misa. “Setelah itu dia muntah delapan kali, empat kali di rumah dan saat di sini dia muntah lagi empat kali, sehingga dia kekurangan cairan dan harus diinfus,” katanya.

Terpisah, Ketua Panitia Pesparani Kalteng 2025, Sutoyo mengatakan total peserta yang keracunan diketahui sebanyak 38 orang.

Sutoyo mengungkapkan, dari 38 orang itu 24 orang di antaranya masih bertahan di RS Betang Pambelum. “Dari 24 orang hanya satu orang yang mual tapi tidak muntah sehingga sakit,” ucapnya kepada sejumlah awak media.

Pesparani I Kalteng berlangsung sejak Jumat (21/11/2025) hingga Minggu (23/11/2025) dan diikuti peserta dari seluruh kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Wagub Kalteng Edy Pratowo: Natal Teguhkan Pelayanan dan Pengabdian Polri untuk Masyarakat

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, menghadiri Perayaan Natal Keluarga Besar Polda Kalteng Tahun…