Festival Tandak Intan Kaharingan XII Kalteng 2025 – Simbol Harmoni, Pelestarian Budaya, dan Semangat Kalteng Menuju Indonesia Emas 2045

Reporter :
Editor :
Rabu, 26 November 2025 07:23WIB
Pembukaan Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) XII Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 di Arena Tiara Batara, Muara Teweh,Senin (24/11/2025).

Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) XII Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 resmi dibuka di Arena Tiara Batara, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, dilakukan Gubernur Kalimantan Tengah diwakili Asisten II Setda Provinsi Kalteng bersama Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama, Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah serta unsur Forkompimda Barito Utara, Senin (25/11/2025)

Festival yang berlangsung selama lima hari, 23 s.d 27 November 2025 ini dipusatkan di empat lokasi utama, yakni Gedung Balai Antang, Gedung Aula Bappeda, Arena Tiara Batara, serta kawasan Komplek Hindu Kaharingan Center Muara Teweh. Ribuan peserta, tokoh adat, pemangku agama, seniman, budayawan, dan masyarakat dari seluruh Kalimantan Tengah hadir memeriahkan perhelatan budaya terbesar umat Kaharingan ini.

Turut hadir dalam acara pembukaan Gubernur Kalimantan Tengah, Ketua DPRD Provinsi, Forkopimda Kalteng, Bupati/Wali Kota se-Kalimantan Tengah, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Kalteng, Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, para Kepala OPD, Ketua Bimas Hindu Kalteng, Ketua PHDI Pusat, MB-AHK Pusat, Ketua FTIK Pusat, Ketua MD-AHK se-Kalteng, Ketua LPT-IK se-Kalteng, tokoh masyarakat, tokoh adat Kaharingan, hingga seluruh peserta dan dewan juri FTIK XII.

Dalam sambutannya, Direktur Urusan Agama Hindu, Dr. I Gusti Made Sunartha, menyampaikan rasa syukur dan angayubagia atas terselenggaranya FTIK XII sebagai warisan budaya dan spiritual masyarakat Dayak Kaharingan. Ia menegaskan bahwa festival ini bukan hanya ajang pertunjukan seni, tetapi ruang pelestarian nilai-nilai luhur, moralitas, dan kebijaksanaan yang telah diwariskan leluhur.

“Festival Tandak Intan Kaharingan bukan sekadar perhelatan seni budaya, tetapi ruang spiritual yang mempertemukan nilai budaya, tradisi, dan ajaran Kaharingan sebagai sumber harmoni sosial,” ujarnya.

Pembukaan Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) XII Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 di Arena Tiara Batara, Muara Teweh, Senin (24/11/2025)

Mengangkat tema ‘Kolaborasi Harmoni Mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat untuk Indonesia Emas 2045’, Sunartha menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya dibangun melalui teknologi dan ekonomi, melainkan berakar kuat pada karakter, identitas, dan spiritualitas masyarakat. Menurutnya, seni budaya Kaharingan memainkan peran strategis dalam memperkuat akar budaya lokal untuk menopang visi Indonesia Emas 2045.

Dr. Sunartha kemudian mengaitkan penyelenggaraan FTIK XII dengan Asta Protas delapan prioritas Menteri Agama yang menjadi peta arah pembangunan layanan keagamaan nasional. Ia menjelaskan bahwa festival ini mencerminkan beberapa prioritas penting, seperti:

  • Penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, melalui kebersamaan umat dan masyarakat dalam ruang seni budaya.
  • Penguatan ekologi, karena ajaran Kaharingan menjunjung tinggi kesakralan hutan, sungai, dan alam sebagai bagian dari Green Dharma.
  • Layanan keagamaan berdampak dan inklusif, agar umat Hindu Kaharingan mendapatkan pelayanan keagamaan yang adil.
  • Pendidikan keagamaan berbasis tradisi, untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan cerdas.
  • Pemberdayaan ekonomi umat, karena seni dan budaya Kaharingan berpotensi besar dikembangkan sebagai ekonomi kreatif.
  • Tempat ibadah yang ramah dan profesional, sebagai bentuk pelayanan Kemenag untuk seluruh umat.
  • Digitalisasi tata kelola, demi kemudahan akses layanan keagamaan dan literasi digital umat Hindu Kaharingan.

Pembukaan Festival Tandak Intan Kaharingan (FTIK) XII Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 di Arena Tiara Batara, Muara Teweh, Senin (24/11/2025)

“Negara hadir untuk seluruh umat tanpa kecuali mengayomi, melayani, dan memastikan tidak ada komunitas keagamaan yang tertinggal,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kaharingan merupakan kekuatan identitas Nusantara yang selaras dengan ajaran Tri Hita Karana, yaitu harmoni hubungan dengan Ranying Hatalla Langit, sesama manusia, dan alam. Nilai-nilai kesucian alam, penghormatan leluhur, serta solidaritas komunitas menjadi fondasi penting bagi pembangunan karakter bangsa.

Sunartha memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemda kabupaten/kota, tokoh adat, tokoh agama, seniman, serta seluruh panitia dan masyarakat yang telah menjaga, menghidupkan, dan mendukung penyelenggaraan festival ini, baik secara moril maupun materiil.

“Semoga Festival Tandak Intan Kaharingan semakin memperkuat identitas budaya, mempersatukan masyarakat, dan menginspirasi kita dalam membangun Kalimantan Tengah yang berkah, maju, dan bermartabat,” tutupnya.

Dengan semangat persatuan dan kebanggaan budaya, FTIK XII diharapkan menjadi ikon kebudayaan unggulan Kalimantan Tengah yang mampu menjangkau pentas nasional hingga internasional, sekaligus memperkokoh spiritualitas dan karakter masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Wagub Kalteng Edy Pratowo: Natal Teguhkan Pelayanan dan Pengabdian Polri untuk Masyarakat

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, menghadiri Perayaan Natal Keluarga Besar Polda Kalteng Tahun…