Hong Kong Temukan COVID-19 dalam Kemasan Daging Babi dan Sapi Impor

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Rabu, 23 Februari 2022 08:25WIB
Daging sapi segar

Pihak berwenang Hong Kong menemukan virus corona dalam sampel yang diambil dari kemasan impor daging sapi beku dari Brasil dan kulit babi beku dari Polandia. Menyusul temuan tersebut, pihak berwenang berjanji meningkatkan pemeriksaan makanan impor.

 Pusat Keamanan Pangan (CFS) mengambil 36 sampel untuk pengujian dari sekitar 1.100 karton daging sapi beku, dengan berat total 29 ton, diimpor dari Brasil melalui laut. Ditemukan satu kemasan luar dan dua sampel kemasan dalam dinyatakan positif.

CFS juga mengumpulkan 12 sampel dari batch sekitar 300 karton kulit babi beku, dengan berat sekitar 7 ton, yang diimpor dari Polandia melalui laut. Satu sampel kemasan dalam dinyatakan positif COVID-19.

“CFS telah memerintahkan importir terkait untuk membuang daging sapi dan kulit babi dari batch yang sama,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan pada Senin (21/2) malam. “Selain itu, CFS akan meningkatkan pengambilan sampel produk serupa untuk pengujian.”

Pusat keuangan global itu menerapkan strategi “dinamis nol COVID”, serupa dengan China daratan, yang bertujuan memberantas wabah apa pun dengan cara apa pun. Pihak berwenang telah dalam siaga tinggi karena gelombang infeksi baru terbukti lebih sulit dikendalikan.

Hong Kong telah memantau impor makanan beku untuk COVID-19 sejak pertengahan 2020 dan menemukan sampel positif pada kemasan ikan bawal pada Agustus 2021 dan pada kemasan sotong pada November 2021.

Pihak berwenang mengatakan COVID-19 sebagian besar ditularkan melalui tetesan dan tidak dapat berkembang biak dalam makanan atau kemasan makanan, dan tidak mungkin menular ke manusia melalui konsumsi makanan.

Namun demikian, pihak berwenang merekomendasikan orang menangani makanan mentah secara terpisah, mematuhi aturan kebersihan dan memasak makanan secara menyeluruh.

Dengan peningkatan inspeksi pada impor makanan, Hong Kong kembali mengikuti jejak China daratan dalam kebijakan COVID-19. Tidak seperti negara lain, China menyebut kemasan makanan beku sebagai risiko penyebaran COVID-19.

China Daratan telah mengumumkan sejumlah kasus virus yang ditemukan pada kemasan makanan dingin, yang memicu penolakan barang dan keluhan dari eksportir. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan baik makanan maupun kemasan tidak diketahui rute penularannya.

Sebagai informasi, jumlah infeksi harian meningkat tajam tahun ini, mencapai rekor 7.533 kasus pada Senin (21/2), melebihi kapasitas pengujian, rumah sakit, dan karantina pemerintah. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

GAPKI se-Kalimantan Bakal Gelar Borneo Forum ke-7, Simak Jadwal, Lokasi, dan Acaranya

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dari seluruh cabang provinsi di Pulau Kalimantan bakal menggelar…