Kebakaran Terbesar Korsel: 27 Orang Tewas, Helikopter Pemadam Malah Jatuh

Reporter :
Editor :
Kamis, 27 Maret 2025 21:02WIB
Kebakaran hutan yang melanda Korea Selatan (Korsel)

Kebakaran hutan yang melanda Korea Selatan (Korsel) sejak pekan lalu sekarang menjadi “yang terbesar yang pernah tercatat” di negara tersebut. Jumlah korban tewas juga bertambah menjadi 27 orang.

Lebih dari selusin titik kebakaran hutan terjadi selama akhir pekan, menghanguskan sebagian besar wilayah tenggara Korsel. Kebakaran terbesar ini memaksa sekitar 27.000 orang untuk segera mengungsi, dengan kobaran api memutus jalan dan juga memutus jalur komunikasi sementara penduduk melarikan diri dengan panik.

“Kebakaran hutan menyebar dengan cepat,” kata Lee Han-kyung, kepala divisi bencana dan keselamatan setempat, pada Kamis (27/3/2025). “Ada 27 orang meninggal, delapan orang luka berat, dan 22 orang luka ringan,” katanya.

“Kerusakan hutan telah mencapai 35.810 hektare, yang telah melampaui luas wilayah yang terkena dampak kebakaran hutan pantai timur tahun 2000, yang sebelumnya merupakan kebakaran hutan terbesar yang pernah tercatat, lebih dari 10.000 hektare,” imbuh dia.

Helikopter Pemadam Jatuh, Pilot Tewas Luasnya kerusakan ini menjadikannya kebakaran hutan terbesar di Korea Selatan, setelah kebakaran hebat pada bulan April 2000 yang menghanguskan 23.913 hektare di sepanjang pantai timur.

Pihak berwenang mengatakan perubahan pola angin dan cuaca kering telah mengungkap keterbatasan metode pemadaman kebakaran konvensional. Sebagian besar korban tewas adalah penduduk setempat, tetapi sedikitnya tiga petugas pemadam kebakaran tewas, dan seorang pilot helikopter pemadam kebakaran tewas ketika helikopternya jatuh di daerah pegunungan, kata para pejabat.

Tahun lalu merupakan tahun terpanas yang pernah tercatat di Korea Selatan, dengan Badan Meteorologi Korea Selatan mengatakan bahwa suhu tahunan rata-rata adalah 14,5 derajat Celsius—dua derajat lebih tinggi dari rata-rata 30 tahun sebelumnya sebesar 12,5 derajat.

Wilayah yang dilanda kebakaran telah mengalami cuaca kering yang tidak biasa dengan curah hujan di bawah rata-rata, kata pihak berwenang, dengan wilayah selatan mengalami lebih dari dua kali lipat jumlah kebakaran tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Beberapa jenis cuaca ekstrem memiliki hubungan yang kuat dengan perubahan iklim, seperti gelombang panas atau hujan lebat. Fenomena lain, seperti kebakaran hutan, kekeringan, badai salju, dan badai tropis dapat terjadi akibat kombinasi faktor-faktor yang kompleks.

Dampak krisis demografi Korea Selatan juga terlihat jelas—negara ini dikenal dengan masyarakat yang sangat tua, dengan salah satu tingkat kelahiran terendah di dunia. “Sangat mengkhawatirkan bahwa banyak korban adalah warga lanjut usia, termasuk pasien di rumah sakit perawatan,” kata Penjabat Presiden Han Duck-soo, saat ia memerintahkan menteri dalam negeri negara itu untuk pindah ke daerah yang terkena dampak untuk mengawasi upaya bantuan.***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Bawaslu Kalteng Tak Temukan Bukti AGI-SAJA Lakukan Pelanggaran

Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kalimantan Tengah (Bawaslu Kalteng), Satriadi mengatakan, pihaknya tidak menemukan bukti…