Kepala Sekolah SDN 2 Bangkuang Ditahan Kejari Barsel

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Minggu, 24 Juli 2022 13:47WIB
Kepala SDN2 Bangkuang, AH (pakai rompi), ditahan Kejari Barsel

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN 2) Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, AH ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Barsel,  didakwa telah melakukan tindakan pidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020, Jumat (22/7/2022).

AH ditetapkan sebagai tersangka sejak 15 Juli 2022 setelah beberapa kali dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Kejari Barsel, kemudian bertetapan dengan Hari Bhakti Adhyaksa, yang bersangkutan ditahan pihak Kejari.

Kepala Kejari Barsel, Romulus Haholongan  melalui Kasi Pidsus Tarung mengatakan AH, diduga melakukan penggelembungan penggunaan anggaran dalam pertanggungjawaban pelaksanaan pekerjaan swakelola rehabilitasi dua gedung di SDN 2 Bangkuang yang dananya bersumber dari DAK tahun 2020.

Proyek sewakelola rehab gedung SDN Bangkuang tersebut menelan biaya sebesar Rp725 juta, dengan rincian jumlah anggaran yang telah disalurkan Disdik Barsel adalah sebesar Rp810 juta dipotong pajak kurang lebih sebanyak Rp84 juta.

Dengan sistem penyaluran yang dilakukan secara bertahap, yaitu tahapan pertama sebesar 25 persen, tahap kedua sebanyak 45 persen dan tahap ketiga sebanyak 30 persen.

Menurut petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (Juklak dan Juknis) dari Kemendikbud, pekerjaan harusnya dilaksanakan oleh panitia pembangunan, tapi ternyata dilaksanakan sendiri oleh Kepsek.

Hasil pemeriksaan ahli teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Barsel menyebutkan, ada beberapa item yang tidak dilaksanakan, yakni tiga buah pintu, gelagar, lantai dan beberapa tiang yang semestinya menggunakan bahan baru dipasang kembali menggunakan bahan yang lama atau bekas.

Sedangkan berdasarkan hasil pemeriksaan auditor Inspektorat Barsel, ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp252 juta lebih.

Menurut pengakuan bendahara panitia pembangunan, dana dicairkan dari Bank Kalteng langsung diambil alih oleh Kepsek, dan bendahara hanya  menandatangani saja.

Pengakuan bendahara, ada beberapa kali rapat yang dilakukan Kepsek bersama para guru untuk membahas proyek tersebut, akan tetapi khusus mengenai dana tidak pernah dibahas sama sekali oleh Kepsek.

Penyidik Kejari Barsel kini sedang melengkapi berkas perkara dan segera mengirim ke Jaksa Penuntut Umum, apakah dapat diajukan dan bisa segera P21. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

GAPKI se-Kalimantan Bakal Gelar Borneo Forum ke-7, Simak Jadwal, Lokasi, dan Acaranya

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dari seluruh cabang provinsi di Pulau Kalimantan bakal menggelar…