Kesal Karena Tidak Mendapat uang Kembalian

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Senin, 30 Mei 2022 19:07WIB
Kapolsek Pahandut Kompol Susilawati memberikan keterangan terkait motif pelaku penganiayaan petugas SPBU G Obos Palangka Raya.
  • Gelar Konferensi Pers, Kapolsek Pahandut Ungkap Motif Tersangka Pemukulan di SPBU

Setelah sempat viral atas penganiayaan yang dilakukan di SPBU Jalan G. Obos, pria ini akhirnya dibekuk Polsek Pahandut, Polres Palangka Raya, Polda Kalteng.

Dalam konferensi persnya, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa SIK MH melalui Kapolsek Pahandut Kompol Susilowati menyampaikan, jika terduga pelaku beinisial MR (28) diamankan di depan Gereja Pantekosta Jalan Ahmad Yani Kota Palangka beberapa hari lalu.

“Pria ini terpaksa kami amankan lantaran telah melakukan penganiayaan terhadap salah satu karyawan SPBU di Jalan G. Obos dan ini sempat viral di jejaring sosial,” ungkapnya dibdepan awak media saat konferensi pers di Mapolsek Pahandut, Senin (30/5/2022) siang.

“Adapun motif MR melakukan pemukulan tersebut lantaran saat dia mengisi BBM beberapa hari yang lalu tidak mendapatkan uang kembalian dan berakibat adanya dendam dari pelaku yang berujung pada pemukulan terhadap korban M. Syahrani,” ujarnya.

Ditambahkannya, pada TKP selanjutnya di Pasar Payang Jalan Halmahera, MR ini tadi ingin membeli jaket di toko milik korban atas nama Rahmad Ramadhan.

“Tetapi ketika itu uang milik MR ini tadi tidak cukup. Sehingga, pelaku dengan paksa mengambil jaket tersebut. Kemudian, korban mendatangi pelaku guna mengambil jaket yang dimaksud,” urainya.

Dijelaskannya, tidak terima atas perbuatan yang dilakukan korban, MR kemudian mengejar korban dan memukuli korban dengan tangan kosong.

“Terang saja kejadian ini membuat gaduh di lokasi dan mengundang perhatian warga lainnya. Diantara warga tersebut berusaha untuk melerai, tetapi malah pelaku mengambil mandau di sepeda motor miliknya,” paparnya.

Namun berkat kesigapan petugas di lapangan, terduga pelaku akhirnya kami berhasil membekuk MR di depan Gereja Pantekosta Jalan Ahmad Yani dan sebagai informasi, bahwa pelaku dinyatakan sehat serta tidak dalam pengaruh alkohol atau pu Narkoba.

Pada kasus ini, lanjut Susi, MR akan dijerat dengan pasal 351 ayat (1) KUHPidana jo pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Pemko Palangka Raya – PT PLN (Persero) UIW Kalselteng Tandatangani Kerja Sama

Pemerintah Kota Palangka Raya dan PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan…