Menteri P2MI H Mukhtarudin, Jangan Ragu untuk Bersaing di Tingkat Internasional.

Reporter :
Editor :
Jumat, 28 November 2025 06:46WIB
Wagub Edy Pratowo, Menteri P2MI Mukhtarudin, Direktur Poltekkes Mars Khensra Kusfriyadi, dan Wali Kota Fairid Naparin pada kunjungan kerja di Poltekkes Palangka Raya, Kamis.

Menteri Pemberdayaan Perlindungan Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melakukan kunjungan ke Poltekkes Kemenkes Palangka Raya di Gedung Auditorium Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Kamis (27/11/2025).

Hadiri unsur Forkopimda, Direktur Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Mars Khendra Kusfriyadi beserta jajaran, Walikota Palangka Raya Fairid Naparin, Kepala Perangkat Daerah serta Instansi Vertikal, Pimpinan Perguruan Tinggi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta seluruh Civitas Akademika Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.

Pada kesempatan itu Menteri P2MI Mukhtarudin menyampaikan apresiasi atas kesiapan Poltekkes dalam mendukung penempatan tenaga kesehatan ke luar negeri melalui peningkatan kompetensi dan pelatihan bahasa secara berkelanjutan.

“Peluang kerja di luar negeri sangat terbuka luas, termasuk di sektor kesehatan. Jangan ragu untuk bersaing di tingkat internasional. Yang penting punya ilmu, punya keterampilan, dan karakter yang kuat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar global.

“Kami di Kementerian P2MI siap memfasilitasi dari sisi peluang, penempatan, hingga perlindungan. Tugas perguruan tinggi adalah menyiapkan kompetensi dan mentalitas mahasiswa agar siap bekerja dan berprestasi di dunia internasional,” tambahnya.

Mukhtarudin juga mengingatkan bahwa Indonesia sedang menghadapi momentum besar bonus demografi. Jika dipersiapkan dengan baik, mahasiswa hari ini akan menjadi generasi unggul yang berdaya saing dunia.

Sementara Gubernur Kalteng dalam sambutan dibacakan, Wagub menekankan bahwa pembangunan pendidikan harus selaras dengan ASTA CITA Presiden, yang menekankan pembangunan dimulai dari desa dan wilayah pedalaman.

Sektor pendidikan menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Hal tersebut sesuai dengan Misi Kedua Gubernur dan Wakil Gubernur, yakni meningkatkan pendidikan untuk sumber daya manusia yang beretika melalui pendidikan inklusif, sesuai kaidah Belom Bahadat.

“Kami ingin seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, hingga yang di pedalaman dan tidak mampu, semua bisa menikmati akses pembangunan dan layanan yang berkualitas. Kami tidak ingin ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat saat sakit, dan tidak bisa makan,” tegas Wagub.

Ia menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan, termasuk bagi mahasiswa kesehatan yang nantinya akan mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Wagub turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk berani bermimpi besar dan menjaga etika.

“Bermimpilah setinggi langit, kalaupun jatuh, kalian akan jatuh di antara bintang-bintang, dan yang terpenting, junjung selalu adab. Jangan terpengaruh hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, judi online, dan lainnya,” katanya. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Rawan Bencana, Prabowo akan Beli 200 Helikopter 5 Unit Segera Datang

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia merupakan bangsa yang kuat dan mampu menghadapi berbagai cobaan, termasuk…