Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga Berharap Desa di Kalteng Menjadi Model DRPPA

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Kamis, 22 September 2022 13:54WIB
Menteri PPPA RI I Gusti Ayu Bintang Puspayoga menyampaikan sambutan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Puspayoga berharap, desa-desa di Kalteng yang menjadi model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) dapat benar-benar menjadi desa yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakatnya khususnya perempuan dan anak, mampu memenuhi hak dan melakukan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta menyediakan sarana dan prasarana publik yang ramah perempuan dan anak.

Sehingga perempuan benar-benar dapat menjadi potensi desa dan anak dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal menjadi SDM unggul berkualitas di Kalteng.

Menteri PPPA RI mengungkapkan hal tersebut dalam sambutannya pada Kunjungan Kerja (Kunker) ke Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) dalam rangka Deklarasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) Bebas Stunting dan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Prov. Kalteng Tahun 2022, di Desa Bukit Liti Kab. Pulang Pisau, Kamis (22/9/2022).

Menteri PPPA RI melaunching DRPPA Bebas Stunting ditandai dengan penabuhan Katambung oleh Menteri PPPA RI dan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo yang sebelumnya dilakukan Penandatanganan Naskah Komitmen bersama tentang Pengembangan DRPPA Bebas Stunting diawali dengan pembacaan komitmen serta Penandatanganan Nota Kesepakatan Sistem Peradilan Pidana Terpadu Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (SPPT-PKKTPA).

Menteri PPPA RI mengungkapkan, berbagai permasalahan terus dialami oleh perempuan dan anak, salah satunya adalah stunting. Apalagi, dalam situasi sekarang ini yang masih dalam pandemi Covid-19, upaya percepatan penurunan stunting merupakan tantangan yang tidak mudah. “Namun, jika kita bergerak bersama dan memperkuat sinergi dari tingkat pusat, daerah, hingga tingkat akar rumput, saya yakin, penyelesaian masalah stunting ini bukanlah hal yang mustahil,” imbuhnya.

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyampaikan, selalu berkomitmen untuk meningkatkan kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan serta meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Prov. Kalteng. Komitmen tersebut akan diwujudkan salah satunya melalui Program DRPPA yang bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Edy menambahkan, Pemprov. Kalteng sangat bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi dengan kepedulian Pemerintah Pusat kepada masyarakat di Prov. Kalteng, dengan terpilihnya empat Desa di Prov. Kalteng yaitu Desa Bukit Liti Kecamatan Kahayan Tengah, Desa Mekar Jaya Kecamatan Sabangau Kuala, Desa Seragam Jaya Kecamatan Seranau, dan Desa Tumbang Bajanei Kecamatan Telaga Antang sebagai Model DRPPA, yang dilaunching langsung oleh Menteri PPPA RI.

Selain Deklarasi DRPPA, Pemprov. Kalteng juga memperingati Hari Anak Nasional (HAN). HAN diperingati setiap tanggal 23 Juni di Indonesia. Peringatan HAN merupakan momentum untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam pemenuhan hak anak. Hak yang dimaksud adalah hak hidup, hak tumbuh, berkembang, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Pemerintah Daerah melalui Visi dan Misi Kepala Daerah akan terus berkomitmen dalam pemenuhan hak anak di Prov. Kalteng sesuai dengan tema Peringatan HAN di Prov. Kalteng yaitu “Anak Terlindungi Indonesia Maju” untuk mewujudkan Kalteng Layak Anak dan Makin Berkah,” tandasnya. ***

 

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

GAPKI se-Kalimantan Bakal Gelar Borneo Forum ke-7, Simak Jadwal, Lokasi, dan Acaranya

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dari seluruh cabang provinsi di Pulau Kalimantan bakal menggelar…