Panglima TNI Bantah Super Garuda Shield 2022 untuk Tangkal China

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Rabu, 3 Agustus 2022 16:59WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membantah anggapan bahwa Latihan Bersama (Latma) Super Garuda Shield Tahun 2022 yang melibatkan belasan negara, bertujuan untuk menangkal pengaruh China di Kawasan Indo-Pasifik.

“Sama sekali enggak ada, karena ini kan sudah ke-16 kali dan kita selalu melakukan latihan ini apa pun situasi yang terjadi. Jadi kalau ada yang membaca seperti itu ya, tapi kami melakukannya sama sekali tidak,” kata Andika di Puslatpur Kodiklatad, Sumatera Selatan, Rabu (3/8/2022).

Andika sependapat dengan Commanding General U.S. Army Pacific Command General Charles A. Flynn, bahwa latihan itu merupakan buah dari ketertarikan negara-negara di Indo Pasifik untuk berlatih bersama.

“Karena sebetulnya di negara lain sering. Kita tidak terlalu sering dan ini adalah momentum yang ingin kita lakukan sama sekali, tidak ada pesan apa pun, kepada siapa pun,” kata Andika.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan sebelumnya Indonesia pernah latihan militer bersama China pada 2012 dan 2013.

Menurutnya, latihan bersama bukan sekadar undang mengundang, namun harus kemauan dua belah pihak.

“Latihan bersama keinginan dua-duanya. Itu sudah, sudah melakukan pernah dua kali. Tahun 2012 dan 2013. Tapi bahwasanya kemudian tidak ada kelanjutan dan mungkin, mungkin kita bukan prioritas. Itu saja,” katanya.

“Jadi latihan bersama bukan sekadar undang mengundang tetapi adakah mutual atau kebutuhan dua belah pihak. Kalau enggak ada ya kita kan enggak bisa maksa,” ucapnya menambahkan.

Diketahui, hari ini Andika dan Commanding General U.S. Army Pacific Command General Charles A. Flynn, resmi membuka Latihan Bersama (Latma) Super Garuda Shield Tahun 2022 di Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatera Selatan, Rabu (3/8).

Latma Super Garuda Shield 2022 digelar pada 1-14 Agustus dengan melibatkan 14 negara yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Jepang, Singapura, Perancis, Inggris, Papua Nugini, Timor Leste, India, Kanada, New Zealand dan Korea Selatan.

Super Garuda Shield 2022 merupakan sebuah ajang latihan bersama dengan skala yang cukup besar antara Indonesia dan negara-negara sahabat di kawasan Indo Pasifik, yang melibatkan 4.337 personel.

Sementara senjata dan alutsista yang gunakan dari TNI adalah AV-LMU (Astros), AV-RMD, AV- PCC, AV-Meteo, AV-UCF, AV-OFVE, Meriam 105 KH 178, Reo, HELI AH-64 Apache, Heli Bell 412, Heli HS 1311, KRI Makassar 590, KRI Bung Tomo 357, KRI John Lie 358, KRI Frans Kaisiepo 368, BMP-3F, Armoured Amphibious Vehicle (LVT-7), Boeing 737 dan F-16.

Dari US adalah Himars, Meriam 105 M119, Heli AH-64 Apache, Heli UH-60 Blackhawk, Drone RQ-7 Shadow, Radar Q 50, USS Charleston (LCS-18), USS Green Bay (LPD- 20), Landing Craff Air Cushion (LCAC).

Serta dari Singapura RSS Resolution-208, RSS Supreme-73), P-8 Posiedon, SAF C 130 -J, dan Meriam Caesar. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

MK Juga Tolak Gugatan Hasil Pilpres 2024 dari Ganjar-Mahfud!

Mahkamah Konstitusi (MK) juga menolak permohonan sengketa hasil Pemilihan Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2024 yang diajukan…