Pecahkan Rekor MURI! Prosesi Tradisi Mangenta Terbanyak Tahun 2022 Diikuti 1043 Peserta

Reporter : kaltengdaily
Editor : kaltengdaily
Minggu, 22 Mei 2022 10:59WIB
Tradisi Mangenta pecahkan rekor MURI diikuti sebanyak 1043 peserta.

Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-65 Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti acara pencatatan Museum Rekor Indonesia (MURI) Prosesi Tradisi Mangenta Terbanyak Tahun 2022, dengan 1043 peserta, di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (22/5/2022).

 Senior Manager MURI Awan Rahargo mengatakan, pihaknya merasa bangga bisa mendapatkan kesempatan menyaksikan tradisi leluhur bangsa yang memang sudah ada sejak turun temurun ini.

“Kenta merupakan salah satu makanan/kuliner tradisional khas masyarakat Dayak yang ada di Kalteng, yang bisa dibilang langka karena sudah jarang ditemui,” ucap Awan.

Ia menyebut, perlu upaya-upaya konkrit untuk memperkenalkan kenta ini kepada masyarakat luas sebagai bagian dari pelestarian budaya.

“Ini menjadi salah satu pelestarian budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. MURI hadir dan akan mempersembahkan piagam penghargaan,” imbuhnya.

“Mangenta akan diperkenalkan kembali ke masyarakat, khususnya yang berada di Kalteng, karena disamping mengetahui kajiannya ketika sudah jadi, hari ini diperkenalkan juga proses membuat kenta itu sendiri. Harapannya ini bisa menjadi bagian dari warisan budaya yang harus kita jaga, khususnya generasi muda harus tahu cara mangenta,” sambungnya.

Awan mengatakan peserta yang mengikuti rekor pencatatan MURI mangenta ini sebanyak kurang lebih 530 peserta. Namun karena banyaknya animo masyarakat terkait tradisi mangenta, banyak masyarakat yang ikut ambil bagian dalam rekor pencatatan MURI mangenta tersebut, sehingga peserta bertambah menjadi 1043 orang.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini merupakan event sebagai bentuk pelestarian warisan budaya kuliner Kalteng. Mangenta merupakan proses mengolah bahan dari padi menjadi kenta dan ini merupakan warisan kuliner khas Kalteng sebagai kearifan lokal.

 “Hal tersebut diharapkan selalu menjiwai perilaku  masyarakat dalam membangkitkan semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial, disiplin serta semangat pantang menyerah dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ucapnya.

Gubernur menjelaskan selama hampir 2 tahun event besar pariwisata seperti ini batal dilaksanakan akibat adanya pandemi covid-19. Namun, melihat kasus aktif covid-19 di Kalteng yang mulai terkendali, maka event ini dapat kembali dilaksanakan.

Prosesi tradisi mangenta oleh peserta terbanyak ini, lanjut Sugianto, merupakan wujud kolaborasi bersama antara pemerintah, dunia  usaha, dan masyarakat, terutama generasi muda yang dituntut senantiasa belajar di segala bidang, guna mempersiapkan diri menjadi masyarakat yang berkualitas di bidang masing-masing.

“Dalam rangka mensinergikan upaya-upaya yang  akan dilakukan, maka kiranya perlu adanya kesamaan bahasa, gerak, dan langkah dalam pengembangan tradisi adat dan budaya untuk dapat terus ditingkatkan oleh semua pihak, dalam mengakselerasi pembangunan guna mewujudkan Kalimantan Tengah BerAkhlak yang penuh dengan KeBERKAHan,” imbuhnya.

Dengan dilaksanakannya acara ini, diharapkan mampu menggugah masyarakat bisa lebih mengenal kuliner khas daerah Kalteng, yang selanjutnya ada upaya untuk pengembangannya menjadi aneka varian.

“Tidak hanya sekedar varian original saja sehingga kuliner kenta bisa menjadi kuliner modern yang digemari semua orang termasuk generasi milenial,” pungkasnya. ***

Kategori Terkait

Author Post

Terpopuler

iklan02
iklan02

Pilihan

Terkini

EKONOMI BISNIS

Gubernur Kalteng Salat Ied 1445 H bersama Masyarakat di Bundaran Besar Palangka Raya

Gubernur Sugianto Sabran bersama ribuan masyarakat dengan khidmat mengikuti Salat Idul Fitri Pemerintah Provinsi (Pemprov)…