Gubernur mengatakan biaya perawatan para peserta Pesparani itu ditanggung Pemprov. “Hanya kontingen dari Kota Palangka Raya yang mengalami keracunan,” ujar Agustiar disela menjenguk peserta di RS Bentang Pambelum, Minggu (23/11/2025).
Agustiar menyebut, pihaknya akan menyerahkan tindaklanjut dari kasus keracunan massal ini kepada pihak berwajib.
“Kalau pihak catering terlibat ini kan kriminal namanya. Siapa tahu dia tidak terlibat atau tidak tahu,” jelasnya.
Sementara, Ketua Panitia Pesparani Kalteng 2025, Sutoyo mengatakan total peserta yang keracunan diketahui sebanyak 38 orang.
Sutoyo mengungkapkan, dari 38 orang itu 24 orang di antaranya masih bertahan di RS Betang Pambelum.
“Dari 24 orang hanya satu orang yang mual tapi tidak muntah sehingga sakit,” ucapnya.
Berdasarkan informasi dari dokter RS Betang Pambelum, 14 peserta harus rawat inap, persiapan pulang 5, dan 5 lainnya melakukan screening.
Sutoyo mengatakan, peserta mulai merasa mual lalu dilarikan ke rumah sakit sekira pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB. ***















